• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Kata Bupati Soal Pemanggilan Dirinya dan Sejumlah Pejabat Oleh KPK

12 July
08:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Situbondo: Santer beredar kabar soal pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat Pemkab Situbondo, Jawa Timur, termasuk Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto yang disinyalir terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Situbondo.

Namun ternyata, pemanggilan KPK hanya untuk melakukan klarifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang mulanya dilaporkan secara online.

"Hanya administratif kok. Mencocokkan apa yang kami laporkan dengan kondisi yang sebenarnya. Misalnya, saat ini lahan ditanami apa, kalau berbuah ya kita katakan berbuah," katanya kepada RRI, Jumat (12/7/2019).

Justru Bupati Situbondo mengapresiasi langkah KPK, karena hal ini untuk melatih serta menguji kejujuran setiap pejabat negara dalam mengelola keuangan guna menyukseskan pembangunan di daerah. 

"Baguslah, bagaimana kita bertindak dan berkata jujur tentang harta yang kita miliki," ujarnya.

Selain Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo, beserta tiga pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga dipanggil KPK guna klarifikasi harta kekayaan yang dilaporkan melalui E-LHKPN.

"Kami diundang KPK untuk memberikan klarifikasi E-LHKPN. Laporan LHKPN itu dicocokkan dengan dokumen pendukung, seperti sertifikat dan dokumen pembayaran pajak terakhir. Sebentar kok, hanya sekitar 40 menit selesai," kata Sekda yang ditemui secara bersamaan dengan Bupati.

Informasi dihimpun RRI, KPK melakukan pemanggilan terhadap Bupati Situbondo dan Sekertaris Daerah Pemkab Situbondo, pada Rabu, 10 Juni 2019. Keesokan harinya, Kamis, 11 Juni 2019, tiga Kepala OPD juga dipanggil KPK dengan perihal yang sama.

"Yang dipanggil hanya lima orang, kenapa? mungkin hanya lima orang ini yang dianggap punya jabatan strategis," tandas Saifullah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00