• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dampak Zonasi, Sejumlah Sekolah di Kota Tasikmalaya Kekurangan Murid

12 July
06:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tasikmalaya : Sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kekurangan murid paska Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditutup. Salah satunya, SMPN 19 Kota Tasikmalaya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMPN 19 Kota Tasikmalaya Cucu Rustiko mengungkapkan, hingga akhir registrasi ulang pihaknya hanya menerima 205 pendaftar. Meski hitungan rombongan belajar (Rombel) sudah mencapai 7 kelas. Namun, jumlah ini masih kurang.

"Target kami 256 siswa atau delapan rombel dengan siswa dalam satu rombel 32 siswa. Saat ini, hanya tujuh, itu pun hanya tiga kelas yang jumlah siswanya 32 orang," kata Cucu kepada Radio Republik Indonesia RRI, Kamis (11/7/2019).

Cucu mengatakan, hal ini salah satunya disebabkan pemberlakuan sistem zonasi pada PPDB.

"Sekolah kami dekat dengan beberapa SMP yang sebelumnya disebut- sebut sekolah favorit. Kemudian, sekolah kami pun harus berbagi siswa dengan SMP lain yang memang jaraknya berdekatan," jelasnya.

Sementara itu tidak hanya SMPN 19, sekolah lainnya yakni SMPN 18 Kota Tasikmalaya, mengalami hal yang sama. Bahkan SMPN yang berada di Kecamatan Indihiang ini, justru kekurangan hampir empat rombel.

Ditemui terpisah Kepala Bidang Pengawasan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dadang Yudisthira menjelaskan, berdasar data laporan yang ada, selain SMPN 18 dan 19, SMPN 7 , SMPN 15, SMPN 11, serta SMPN 17, juga masih kekurangan siswa.

"Jumlahnya bervariatif, ada yang satu rombel, bahkan ada yang lebih," ucapnya.

Dadang menuturkan, meski masih ada sekolah yang kekurangan siswa, dinas tidak akan menambah waktu PPDB bagi sekolah tersebut.

"Biarkan saja, ini merupakan bagian kami untuk merubah persepsi bahwa kualitas sekolah sama," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00