• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2019

Jemaah Haji Kehilangan Uang Rp20 Juta, Begini Modus Pelaku

11 July
23:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madinah : Jemaah haji Indonesia diimbau untuk berhati-hati saat melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, terutama tidak membawa uang dalam jumlah besar. Hal itu guna menghindari terjadinya penipuan atau pencurian uang seperti yang terjadi pada jemaah baru-baru ini.

Berdasarkan laporan yang diterima Sektor Khusus Masjid Nabawi, ada beberapa jemaah Indonesia yang melaporkan kehilangan uang saat berada di Masjid Nabawi. Jumlahnya pun tidak sedikit, mulai dari Rp3-Rp20 juta.

"Ada yang lapor 2 orang kehilangan Rp 20 juta dan Rp 18 juta. Yang Rp 20 juta 3 hari lalu dan yang Rp 18 juta melapornya 2 hari lalu," ujar Ketua Sektor Khusus Masjid Nabawi, Kusnul Hadi, di Madinah, Kamis (11/7/2019).

Ia menjelaskan beberapa modus pelaku hingga bisa mengambil uang jemaah. Pertama, menyamar sebagai petugas haji. Namun ia mengaku sulit memantau hal tersebut.

"Laporannya mengaku petugas, orang Indonesia. Ngobrol-ngobrol, ditanya mau kemana, lalu nggak sadar," katanya.

Kusnul Hadi menyebutkan bahwa yang menjadi target pelaku adalah jemaah lansia yang kebingungan.

"Ini yang perlu diwaspadai. Mereka itu membidik jemaah sepuh, yang sendirian nggak ada temannya, yang kebingungan," jelasnya.

Kusnul Hadi menambahkan, modus lain dari pelaku adalah dengan berpura-pura menjadi pembimbing ibadah.

"Mereka ini sering meminta jasa, padahal jemaah nggak butuh itu. Ke Raudhoh misalnya, kalau perempuan ini kan banyak jumlahnya dan waktunya terbatas, jadi itu sering dimanfaatkan," tuturnya.

Ia mengaku bahwa petugas sering mengingatkan jemaah agar tidak membawa uang berlebihan atau barang berharga saat keluar hotel agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia juga meminta agar ketua rombongan dan ketua regu lebih memperhatikan jemaah agar jangan sampai terpisah dari rombongan, terutama jemaah uzur yang menjadi sasaran empuk pelaku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00