• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kronologi OTT Gubernur Kepri

11 July
23:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau 2016-2021, Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi persnya di gedung KPK, Kamis (11/7/2019).

Selain menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka, KPK juga menetapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan (EDS) serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono (BUH) sebagai tersangka yang diduga menerima suap dalam kasus ini.

Selain itu KPK juga menetapkan satu orang pihak swasta yang bernama Abu Bakar sebagai tersangka yang diduga sebagai pemberi suap dalam kasus ini.  

KPK menduga Nurdin Basirun menerima suap senilai SGD 11.000 dan Rp 45 juta dari Abu Bakar baik secara langsung atau melalui Edy Sofyan dalam beberapa kali kesempatan.

Uang tersebut diduga guna pengurusan pengajuan izin pemanfaatan laut untuk melakukan reklamasi di Tanjung Piayu, Batam untuk pembangunan resort dan kawasan wisata seluas 10,2 Hektar. Padahal, Tanjung Piayu merupakan area yang memiliki diperuntukkan sebagai kawasan budidaya dan hutan lindung.

Berikut Kronologis perkara ini : 

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan 7 orang, yaitu:

1. NBA (Nurdin Basirun), Gubernur Kepulauan Riau 2016-2021
2. EDS ( Edy Sofyan), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
3. BUH (Budi Hartono), Kepala Bidang Perikanan Tangkap
4. ABK (Abu Bakar), swasta
5. NWN, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Riau
6. MSL, Staf Dinas Kelautan dan Perikanan
7. ARA, Staf Dinas Kelautan dan Perikanan

- Tim KPK menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang. 

- Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dan diketahui adanya dugaan penyerahan uang, Tim KPK mengamankan ABK, Swasta di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB.

- Kemudian tim lain mengamankan BUH, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada waktu yang sama saat akan keluar dari area pelabuhan tersebut. Dari tangan BUH, Kepala Bidang Perikanan Tangkap. Dari BUH, KPK mengamankan uang sejumlah SGD6.000.

- Setelah itu, KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan.

- Di Kepolisian Resor Tanjung Pinang, Batam, tim KPK meminta 2 orang staf Dinas, yaitu MSL dan ARA untuk datang ke Polres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan. Dua orang tersebut hadir sekitar pukul 18.30 WIB.

- Secara paralel, tim mengamankan NBA, Gubernur Kepulauan Riau 2016-2021 di rumah dinasnya di daerah Tanjungpinang pada pukul19.30 WIB. Di sana, tim KPK juga mengamankan NWN yang tengah berada di rumah dinas Gubernur. Dari sebuah tas di rumah NBA, KPK mengamankan uang sejumlah :

A. SGD 43.942 (empat puluh tiga ribu Sembilan ratus empat puluh dua Dollar Singapura)
B. USD 5.303 (Ilma rIbu tiga ratus tiga Dollar Amerika)
C. EURO 5 (lima euro)
D. RM 407 (empat ratus tujuh Ringgit Malaysia)
E. Rival 500 (lima ratus Riyal)
F. IDR 132.610.000 (Seratus tiga puluh dua juta enam ratus sepuluh ribu rupiah)

- Setelah itu, Tim KPK membawa NBA dan NWN dibawa ke Kepolisian Resor Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

- Kemudian, tujuh orang tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK menggunakan penerbangan Kam 5, 11 Juli 2019 pukul 10.35 WIB dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 14.25 WIB untuk menjalani proses lebih lanjut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00