• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Beri Rekomendasi Teknologi, BPPT Dorong Banyuwangi Menjadi Geopark UNESCO

11 July
20:55 2019
1 Votes (4)

KBRN, Banyuwangi : Kabupaten Banyuwangi telah ditetapkan sebagai salah satu dari kawasan Taman Bumi atau Geological Park (Geopark) Nasional 2018 oleh Komite Geopark Nasional. Pasca penetapan, Banyuwangi ditargetkan pada Tahun 2020 untuk menjadi Global Geopark Network (GGN) Unesco atau Geopark Internasional. 

Untuk itu, pemerintah terus mematangkan persiapan Banyuwangi, agar dapat menembus jaringan geopark dunia. 

Dituturkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza saat membuka acara forum diskusi terarah (FGD), untuk dapat meningkatkan kualitas Geopark Banyuwangi, BPPT akan memberikan sejumlah rekomendasi teknologi. 

"Jika diperhatikan, ada empat hal yang menjadi prasyarat dasar agar dapat diusulkan menjadi Geopark Unesco. Yakni, geological heritage atau warisan geologi yang berskala internasional, Management atau pengelolaan, Visibilitas, dan Networking atau jejaring," papar Hammam di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/7/2019). 

Berkaca pada prasyarat itu pun, Hammam menuturkan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan jajaran pemerintah Banyuwangi.

"Kami akan lakukan diskusi lebih mendalam, agar teknologi yang diterapkan dapat selaras guna mewujudkan cita Banyuwangi menjadi Global Geopark Network (GGN) Unesco atau Geopark Internasional," terangnya.

Salah satu prasyarat Unesco, lanjut Hammam, adalah visibilitas, di mana kawasan Geopark dianggap mampu meningkatkan kualitas masyarakat sekitar.

"Hal ini tentu merupakan cerminan dari tekad BPPT dalam menjawab tantangan besar, tentang bagaimana meningkatkan peran inovasi teknologi bagi kemandirian dan daya saing bangsa," imbuhnya.

Dorong Usaha Rintisan

Hammam kemudian mengungkapkan bahwa BPPT juga telah bekerjasama dengan Kabupaten Banyuwangi, untuk  menumbuhkembangkan pengusaha baru berbasis teknologi.

BPPT dan Pemkab Banyuwangi, urai Hammam, berkolaborasi membina sumber daya manusia (SDM),  mengembangkan kopi dan cokelat dari hulu ke hilir. 

"Sinergi ini juga berfokus pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan santri untuk didorong menjadi pelaku usaha rintisan kopi dan cokelat, supaya menjadi santripreneur," katanya.

Hammam juga menjelaskan  kolabbahwaorasi dengan Banyuwangi melibatkan banyak bidang teknologi. 

“Kami siap membantu dari hulu ke hilir untuk teknologi pangan. Untuk hulu, BPPT membantu budidaya kopi dan kakao lewat teknologi smart farming. Bila produktivitas sudah meningkat, selanjutnya tahapan pengolahan kopi dan kakao untuk menghasilkan kopi dan cokelat dengan keunggulan rasa," paparnya.

Sementara, Bupati Kabupaten Banyuwangi Azwar Anas usai acara mengatakan, pihaknya menyambut baik dukungan BPPT untuk mendorong Geopark Banyuwangi.

Azwar berharap dengan sentuhan teknologi, kualitas Geopark semakin meningkat.

"Semoga dengan dukungan dari banyak pihak, Geopark Banyuwangi berhasil diusulkan ke Unesco Tahun 2020," tutupnya.

Sebagai informasi, ada tiga situs geopark Kabupaten Banyuwangi yang diajukan, yakni Pulau Merah, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo. Sementara Indonesia saat ini memiliki 19 Geopark, terdiri dari  empat kawasan Geopark yang diakui UNESCO atau Unesco  Geopark Global, dan 15 Geopark Nasional. (Rel) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00