• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sakit Hati, Bupati Irna Ogah Temui Pengelola PO Trayek Labuan-Kalideres

11 July
19:27 2019
3 Votes (3)

KBRN, Pandeglang : Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaju jika pengusaha angkutan bus yang melayani rute Labuan-Kalideres, yang meliputi PO Asli Prima, Murni, dan Murni Jaya ingin menemuinya. Namun begitu, Irna menegaskan bahwa ia menolak untuk melakukan pertemuan tersebut. Bupati beralasan sakit hati dengan pelayanan ketiga PO tersebut.

Baca juga: Naikkan Tarif Sepihak, Bupati Irna Minta Kemenhub Cabut Izin Trayek Bus Murni dan Asli

Pasalnya Irna menilai, pelayanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itu kerap merugikan masyarakat. Mulai dari ugal-ugalan yang berujung kecelakaan, hingga menaikkan tarif secara sepihak, terutama saat musim mudik lebaran.

"Maaf ya bukan saya tidak mau menerima pemiliknya langsung, (mereka) WhatsApp ke saya. Tapi saya masih sakit hati karena tadi, masyarakat kami tidak dilayani dengan baik," ujarnya, Kamis (11/7/2019).

Irna menekankan supaya pengurus memperbaiki manajemen mereka terlebih dahulu. Jika itu sudah dilakukan, maka ia berjanji akan menerima permintaan mereka untuk bertemu.

"Kalau dengan cara-cara begini mereka bisa introspeksi memperbaiki organisasinya, memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saya apresiasi. Tidak perlu mereka datang ke sini, saya yang samperin mereka ke sana," tegasnya.

Baca juga: Rekomendasi Bupati Irna Pupus, Bus Murni Bakal Tetap Melenggang

"Bukan saya membenci atau like atau dislike, tidak. Tapi banyak aduan masyarakat yang sangat merugikan nama baik pemerintah daerah. Kita harus bisa melindungi masyarakat kami selama ini. Karena ini menyangkut hajat orang banyak dan keselamatan mereka," sambungnya.

Sementara itu, pengurus PO Asli Prima, Dedi Hasan menjelaskan, mereka sudah berupaya untuk memperbaiki manajemen. Karena stigma bahwa kendaraan mereka ugal-ugalan dan menaikkan tarif sepihak, dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kalau soal ugal-ugalan dan menaikkan tarif, itu hanya oknum karena kami tidak pernah memberlakukan aturan naikin tarif. Dan sudah banyak yang kami skors. Karena sebetulnya kami tidak menghendaki," katanya.

Baca juga: PO Bus Trayek Labuan-Kalideres Tak Gentar Hadapi Kompetitor

Dedi melanjutkan, perbaikan manajemen itu dilakukan bersamaan dengan evaluasi yang diminta oleh Kementerian Perhubungan. Bahkan rekomendasi untuk memberlakukan karcis pun sudah dilakukan.

"Kami sudah melaksanakan (evaluasi), sekarang pakai karcis dan efektif. Soal evaluasi kami mendukung, itu positif. Perubahan-perubahan sudah kami tindaklanjuti," tandasnya.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Azis Zulkarnaen

    Editor RRI Bandung

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00