• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Pertimbangan Kemanusiaan Kejari Mataram Harus Tunda Eksekusi Kasus Baiq Nuril

11 July
19:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Kasus Pelanggaran Undang-undang ITE yang dilakukan oleh Ibu Baiq Nuril Maknun yang dijatuhi hukuman "6 bulan penjara dan denda Rp500 juta” mendapat atensi wakil rakyat.

DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat merespon cepat persoalan ini dengan bersurat ke Kejaksaan Negeri Mataram agar menunda pelaksanaan eksekusi.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dengan pertimbangan kemanusiaan, sosial, dan politik dimana putusan ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan khususnya di Nusa Tenggara Barat, maka kami selaku Ketua DPRD Provinsi NTB mohon agar Pelaksanaan Eksekusinya di tunda sampai menunggu upaya hukum yang sedang dilakukan,” kata Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH. MH, Kamis (11/7/2019).

Ia menjelaskan, penangguhan eksekusi ini dilakukan sambil menunggu amnesti dari Presiden dan kondisi yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk ditahan.

“Dengan alasan kemanusiaan ini harus dilakukan dan harus diberikan penangguhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah menolak gugatan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana Baiq Nuril Maknun, dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila.

Ibu tiga anak adalah terpidana kasus pelanggaran Pasal 27 (1) UU ITE dengan tuduhan menyebarkan rekaman tanpa hak.

Padahal seperti diungkapkan Nuril, rekaman itu adalah percakapan bermuatan unsur pelecehan seksual terhadap dirinya. 

Dengan putusan MA itu maka Nuril tetap dihukum enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00