• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Sikapi Kunjungan Wisman Tiongkok, ITDC Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Penyangga

11 July
19:06 2019
1 Votes (5)

KBRN, Nusa Dua : Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Bahkan sejak tahun 2013, pelancong "Negeri Tirai Bambu" selalu memuncaki kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

Menyikapi itu,  PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sebagai BUMN pengembang dan pengelola Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, NTB terus berkomitmen meningkatkan kualitas serta layanan pada akses, amenitas dan atraksi. 

Salah satu komitmen itu diwujudkan dengan pemberian pelatihan Bahasa Mandarin kepada masyarakat desa penyangga khususnya Paguyuban The Nusa Dua. Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengakui, keberadaan paguyuban tersebut sangat vital dalam melayani wisatawan. 

"Paguyuban The Nusa Dua sebagai garda terdepan dalam melayani wisatawan. Oleh karenanya dalam kesempatan ini ITDC dan Chinese Tourism Training Centre (CTTC) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana bekerjasama melaksanakan Pelatihan Bahasa Mandarin tingkat dasar selama 3 (tiga) Bulan kedepan," ungkapnya saat Pembukaan Pelatihan yang digelar ITDC bersama CTTC Fakultas Pariwisata Universitas Udayana didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat China untuk Bali, di Wantilan, ITDC The Nusa Dua, Bali, Kamis (11/7/2019). 

"Keahlian bahasa asing sangatlah penting untuk meningkatkan Excellent Service kepada wisatawan yang dapat mendukung profesi mereka, sebagai sebuah World Class Destination Bahasa sebagai sarana komunikasi merupakan tool yang sangat penting untuk dikembangkan," lanjutnya. 

Pelatihan Bahasa Mandarin ini digelar selama 3 bulan, melibatkan puluhan pedagang pantai dan profesi jasa lainnya yang mewakili 8 Kelompok Paguyuban The Nusa Dua. Ardita menyebut, wisatawan Tiongkok saat ini menjadi market terbesar di Kawasan The Nusa Dua, dan mampu mengeser turis Eropa, Australia dan Jepang. Jumlah wisatawan Tiongkok mencapai 40% dari total pelancong mancanegara yang hadir di The Nusa Dua.

"Market China kini mendominasi dan jumlahnya terus meningkat. Kami ingin memberikan layanan untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang sedang berlibur dan tentunya hal ini juga dapat meningkatkan Citra Kawasan The Nusa," jelas Ardita.

Pelatihan Bahasa Mandarin ini diberikan oleh 6 tenaga pengajar yang berasal dari Tiongkok dengan kemasan yang menarik, informatif dan yang terpenting disesuaikan dengan keperluan bidang profesi Paguyuban The Nusa Dua.

"Dengan program pelatihan Bahasa Mandarin ini secara tidak langsung dapat mendorong meningkatkan penghasilan dan taraf perekonomian masyarakat setempat dan juga meningkatkan layanan kawasan sebagai sebagai sebuah daerah tujuan wisata yang berkelas dunia," pungkas Ardita. 

    

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00