• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Jokowi : Pulau Komodo Akan Jadi Konservasi

11 July
14:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Manggarai Barat : Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pengembangan Pulau Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, akan difokuskan pada upaya konservasi komodo yang ada di pulau tersebut. Untuk itu, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo agar upaya konservasi tersebut dapat berjalan.

Menurut Jokowi, meskipun nantinya pemerintah akan memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo, namun para wisatawan tetap dapat menyaksikan keberadaan komodo di pulau lain di Labuan Bajo, seperti Pulau Rinca.

“Kita ingin nanti misalnya pulau komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis disitu betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau gak mampu bayar, gausah kesana. Misalnya seperti itu,” kata Jokowi saat berkunjung ke Pulau Rinca, Kamis (11/07/2019) pagi.

Jokowi menjelaskan bahwa meskipun nantinya Pulau Rinca akan menjadi alternatif kunjungan wisatawan, namun dirinya menginginkan agar Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sebagai pihak pengelola juga dapat menghitung daya dukung pariwisata di pulau tersebut dengan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya.

“Rinca pun punya ada itungan daya dukung, berapa turis yang datang, ga mungkin kita buka, silahkan silahkan, ndak ada seperti itu. Ini adalah taman nasional jadi urusan lingkungan itu juga harus menjadi kalkulasi, menjadi itungan,” tandasnya.

Hingga saat ini terdapat 1.727 ekor Komodo di pulau Komodo, sementara di Pulau Rinca terdapat 1.049 ekor Komodo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang menyebut selain dua pulau tersebut, habitat Komodo juga dapat ditemukan di pulau lain di Labuan Bajo yaitu Pulau Padar, Pulau Gili Motang dan Nusa Kode. Namun jumlah habitat komodo di ketiga pulau tersebut tidak sebanyak habitat yang ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00