• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pemprov DKI Upayakan Produksi Cabai dari Ciangir dan Pulau Seribu Untuk Atasi Pasokan Cabai ke Jakarta

11 July
13:05 2019
1 Votes (1)

KBRN, Jakarta : Musim kemarau saat ini berdampak pada penurunan produksi cabai dari sentra produk hortikultura di beberapa daerah sehingga pasokan ke Jakarta berkurang. Akibatnya harga cabai di sejumlah pasar tradisional Ibukota melambung.

Cabai merah dan cabai rawit di pasar tradisional Sawah Barat dan Pasar Inpres Pondok Bambu, Jakarta Timur, mencapai Rp 70 hingga Rp 80 ribu per kilogram.

“Mahal banget harganya, lebih pedas dari rasa cabai,” kata Munaroh, saat belanja di pasar Sawah Barat, Duren Sawit, Kamis (11/7).

Tak hanya Munaroh dan Ibu rumah tangga lainnya, Slamet pedagang makanan gorengan  juga berharap pemerintah  daerah segera mengambil langkah agar harga cabai kembali normal karena membebani masyarakat.

"Hampir seminggu ini jual gorengan tanpa cabai rawit, ga kuat beli cabai Rp 75 ribu per kilogram,” ujar Slamet pedagang gorengan singkong dan bakwan.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi pedasnya harga cabai di Jakarta.

”Hari ini koordinasi dengan Pasar Jaya untuk menambah pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati. Pasar Jaya telah melakukan operasi pasar dengan menggunakan stok yang ada di mesin Cool Atmosfer Storage (CAS),” Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI, Mujiati di kantornya, Kamis, (11/7).

Menurut Mujiati, pasokan cabai ke Jakarta terutama dari Magelang, Tasikmalaya, Banyuwangi normalnya 125 ton perhari. Dari daerah tersebut akhir bulan Juli baru panen. Sedangkan, pasokan ke PIKJ 90 hingga 100 ton per hari.

Selama ini upaya yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengurangi ketergantungan cabai dari daerah antara lain mengajak warga masyarakat memperbanyak penanaman cabai di berbagai tempat baik di pekarangan, gang, bantaran sungai, kebun milik Dinas KPKP dan lahan lain milik Pemprov DKI yang berada di Ciangir, termasuk lahan di Pulau Seribu.

”Khusus di Ciangir telah ditanam 2,5 hektar lahan cabai dan siap panen pada minggu ke 4 bln Juli ini. Produksi cabai diperkirakan mencapai 5 ton dan siap dipasarkan ke Pasar Induk Kramat Jati,” katanya.

Sebelum Lebaran produksi cabai mulai mengalami penurunan. Sampai memasuki lebaran terus menurun cukup signifikan. Penurunan produksi cabai, lanjut dia, menjadi penyebab harga cabai mengalami kenaikkan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00