• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jokowi Sambung Batam-Bintan, Jembatan Babin Dikerjakan 2020

11 July
12:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Guna meningkatkan konektivitas, mengurangi biaya logistik di Kepulauan Riau (Kepri), serta mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, kawasan industri serta pariwisata di Pulau Galang dan Bintan yang berdekatan dengan Negara Singapura, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan kajian pembangunan Jembatan Batam – Bintan (Babin) di Kepri.

Seperti dilansir Kementerian PUPR pada Kamis, 11 Juli 2019, pembangunan Jembatan Babin rencananya mulai dibangun pada 2020, dengan mempertimbangkan faktor kelayakan teknis dan juga kelayakan ekonomisnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku dirinya sempat bertanya kepada Duta Besar Indonesia di Singapura saat yang bersangkutan berkunjung ke Kepulauan Riau, ketika Singapura membuat Terminal 5 Changi (Bandara International Changi) yang intermoda sampai ke Bintan. Dengan begitu, kedua pihak sepakat bahwa pengadaan jembatan Babin pasti sangat mendukung ke depannya.

Sementara  Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Menteri PUPR, telah memutuskan jembatan Batam-Bintan untuk dibangun dengan perkiraan lama konstruksi sekitar 3-4 tahun.

“Saat ini Kementerian PUPR tengah menyusun Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) yang diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2019,” ungkap Basuki.

Menurut perkiraan Basuki, biaya pembangunan Jembatan Babin itu akan mencapai Rp 3 triliun – Rp 4 triliun dengan skema tahun jamak (multiyears contrac). Namun dirinya menekankan hitungan tersebut tergantung pada hasil DED yang tengah disusun Kementerian PUPR. Pemerintah juga membuka peluang partisipasi Badan Usaha dalam bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembiayaan Jembatan Babin.

Atas rencana pembangunan Jembatan Babin, Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) telah menindaklanjuti dengan melakukan survei lapangan dan kajian terkait keterpaduan dengan pengembangan wilayah/kawasan serta daya dukung. Survei dilakukan secara bertahap dengan meninjau landing point rencana kaki Jembatan Babin di sisi Bintan (Tanjung Uban) untuk rencana trase lama/awal. Dilanjutkan dengan susur landing point di sisi Kabil, yakni Pulau Tanjung Sauh, Pulau Ngenang dan di Tanjung Uban.

Pada bagian lain, Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan, pembangunan Jembatan Babin membutuhkan perhatian semua pihak karena telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Sumatera.

Pembahasan pembangunan Jembatan Babin akan dilakukan BPIW bersama seluruh stake holder (pemangku kepentingan) untuk membahas aspek-aspek teknis terkait informasi dari aspek geologi, desain teknis jembatan karena melalui palung yang dalam, serta aspek nilai tambah dan manfaat pembangunan jembatan.

“Diharapkan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini semakin membuka peluang pengembangan kegiatan wisata yang bertumpu pada keindahan alam, sehingga dimensi daya dukung lingkungan termasuk penataan kawasan permukiman nelayan seyogyanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” tutur Hadi Sucahyono.

Survei dan kajian yang komprehensif mengenai rencana pembangunan jembatan Babin terus dilakukan mengingat karakteristik wilayah yang berbentuk kepulauan.

Sekilas Jembatan Babin

Jembatan Babin memiliki empat tapak (pilar) utama yang memanjang dari barat ke timur mulai Tanjung Talok Pulau Batam, Pulau Ngenang, Pulau Tanjung Sauh, dan di Kecamatan Seri Kuala Lobam di Pulau Bintan.

Panjang jembatan 7.035 meter yang pembangunannya dibagi menjadi 3 trase, yakni trase pertama menghubungkan Pulau Batam ke Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2.124 meter, trase kedua Pulau Tanjung Sauh ke Pulau Buau sepanjang 4.056 meter dan trase ketiga Pulau Buau ke Pulau Bintan sepanjang 855 meter. (Foto: Setkab RI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00