• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Selamatkan Habitat Komodo, Jokowi Batasi Turis Masuk TNK Kecuali Pulau Rinca

11 July
12:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pembenahan kawasan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus terintegrasi dengan Pulau Rinca, yang masih termasuk  Kawasan Taman Nasional Komodo.

Saat ini Pulau Komodo menjadi habitat kurang lebih 1.700 ekor komodo dan Pulau Rinca memiliki lebih kurang 1.040 ekor komodo. Untuk itu, Presiden meminta agar pengelolaan kedua pulau tersebut harus benar-benar atas perhitungan yang tepat terutama dari faktor-faktor pendukungnya.

“Jangan sampai loss, bukan hanya urusan turisme tapi juga (harus) melihat ini adalah kawasan konservasi. Kami ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul dibatasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar, enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pulau Rinca,” tutur Kepala Negara kepada wartawan saat mengunjungi Pulau Rinca, kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggra Timur (NTT), Kamis (11/7/2019) pagi.

Nantinya, menurut Presiden, akan dibuat desain besar, rancangan besar, mana untuk turis, mana untuk konservasi. Dengan kata lain, daerah mana yang ada kuota kunjungan wisata serta mana yang tidak dikenakan. 

Dari rangkaian pernyataan dan instruksi Presiden Jokowi tersebut, bisa disimpulkan, dirinya ingin Pulau Komodo lebih ditujukan untuk konservasi, sehingga turis atau wisatawan dibatasi dengan kuota, ditambah pula dengan biaya mahal untuk bisa mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Dan untuk Pulau Rinca, bisa menjadi pengganti sebagai tempat kunjungan wisata baru, dimana wisatawan atau turis lebih bebas menyaksikan Komodo, hewan endemik Indonesia tersebut.

Tidak main-main, Jokowi akan langsung membawa rancangan desain besar di atas dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Kabinet Kerja dengan tujuan menyambungkan Labuan Bajo, Pulau Rinca, serta Pulau Komodo.

“Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial. Anggaran setahun Rp200 juta, Rp500 juta, jadi mau buat apa betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan saling tersambung semuanya, kira-kira (seperti) itu,” tegas Presiden Jokowi.

Selain itu, sudah dipastikan oleh Presiden, bahwa kawasan TNK tidak akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Akan tetapi, penanganannya harus serius sesuai aturan karena itu adalah kawasan konservasi habitat hewan Komodo yang menjadi salah satu ciri khas hewan endemik Indonesia yang sudah diakui dunia.

Pulau Komodo nantinya akan dibuat sangat eksklusif, sedangkan Pulau Rinca tidak. Akan tetapi untuk Pulau Rinca, tetap ada kuota kunjungan juga, maksudnya berapa batasan jumlah maksimal turis bisa berkunjung ke sana. 

Kepala Negara menargetkan semua pembenahn itu akan selesai maksiml dua sampai tiga tahun ke depan karena memang cukup berat. 

“Jadi saat bandara sudah jadi, runway selesai, hotel-hotel mulai ada, di sini (pulau komodo dan rinca) juga sudah siap,” pungkasnya. (Foto: Setkab RI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00