• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

A.S.Natabaya Tutup Usia, Hakim MK Periode 2003-2008

11 July
10:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Seluruh Hakim Konstitusi beserta jajaran keluarga besar Mahkamah Konstitusi mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Hakim Konstitusi periode 2003-2008, H. Ahmad Syarifuddin Natabaya, Rabu (10/7/2019).

Ahmad Syarifuddin menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Dharmais, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019 pukul 20.05 WIB. Jenazah Almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (11/7/2019), pukul 12.30 WIB.

Informasi ini dibagikan Humas Mahkamah Konstitusi kepada seluruh wartawan melalui grup WhatsApp Pers MK, seperti dilihat RRI, Kamis (11/7/2019).

Ahmad Syarifuddin Natabaya In Memoriam

Perjalanan karir pria kelahiran Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, 3 Maret 1942, ini banyak bergelut di dunia pendidikan bidang hukum. Sebelum meraih gelar sarjana hukum dari FH Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang (1967), sejak 1964 kala masih mahasiswa, ia telah menjadi pengajar di almamaternya. 

Prestasi ini sudah tentu berkat kemampuannya. Sebagai penuntut ilmu yang gigih, ia meneruskan studinya pada program master di luar negeri. Tidak lama kemudian gelar L.LM. berhasil diraih oleh suami Artini Nawawi ini dari Indiana University School of Law Blumington, USA, pada 1980. 

Pendidikan dan pelatihan sering pula ia ikuti. Ia pernah mengikuti Intership Training in International Law Unpad (1973-1974). 

Bapak dua anak ini, yaitu Ayudia Utami (1970) dan Andalia Utari (1972), pernah pula mengikuti The Hague Academy of International Law, Belanda (1981). Ia juga sempat mengikuti Academy for Educational Development (Programme of Observation and Analysis of Goveminent Management System and Techniques), Washington, AS (1993). 

Selama empat tahun (1996-2000), Natabaya mendapat kepercayaan menjadi Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN)Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 

Pria yang dianugerahi penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dan Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun ini pernah menjadi Staf Khusus Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (2002-2003). 

Sosok yang hobi olahraga bulutangkis ini juga terjun dalam aktivitas organisasi, antara lain HMI, KAMI, dan PERSAHI. Pakar hukum ini ikut membidani lahirnya UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK. 

"Biasa-biasa saja," ujarnya ketika diminta komentar setelah terpilih menjadi hakim konstitusi. Pria yang mempunyai motto Never Old to Learn ini mempunyai obsesi dengan terpilihnya sebagai hakim konstitusi, ia dapat menjaga dan mengawal UUD 1945 RI sebagai living constitution. 

Hakim konstitusi yang namanya diusulkan oleh pemerintah ini menyadari, para hakim konstitusi dituntut untuk selalu mampu melakukan interpretasi dan konstruksi terhadap UUD 1945 sebagai constitutional methods. (Foto: Web MKRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00