• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Anggota Komisi III: Wajar Ada Dugaan Intervensi 'Orang Kuat' di Putusan Kasasi MA

10 July
16:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menganggap wajar tentang adanya dugaan intervensi 'orang kuat' dalam putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang membebaskan terdakwa, mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dari jerat hukum pidana.

Pasalnya menurut dia, kasus yang diduga telah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah itu memang melibatkan "aktor-aktor besar" yang sebagian diantaranya telah kabur ke luar negeri.

"Ini kan menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat. Ada apa gitu loh. Apakah dalam tanda kutip jangan-jangan kemudian masyarakat menilai jangan-jangan ada tanda kutip ada intervensi "orang-orang kuat" di balik putusan itu sehingga kemudian dibebaskan," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya, MA menyatakan bahwa terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan tindak pidana. Hakim pun melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

Padahal sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Syafruddin Temenggung menjadi 15 tahun penjara dari vonis 13 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor, setelah dinilai terbukti merugikan negara sekitar Rp 4,58 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Terkait itu, Nasir yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku sangat kaget. Sebab menurut dia, putusan itu tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Keadilan masyarakat itu dirugikan dalam pengertian bahwa korupsi itu adalah merugikan masyarakat," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00