• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Serunya Pertandingan Bakiak yang Bikin Kompak

10 July
16:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Para peserta lomba bakiak, nampak beradu ketangkasan dan kekompakan, di tengah cuaca cerah Lapangan Trirenggo Kabupaten Bantul DIY, Rabu (10/7/2019). Teriakan penyemangat dari suporter di pinggir arena, menambah semarak suasana perlombaan.

Dalam permainan ini, sejumlah regu harus berjalan saling mendahului, menuju titik akhir yang ditentukan. Masing-masing regu beranggotakan tiga pemain, yang memakai sepasang sandal kayu berukuran panjang. Meski terlihat sederhana, namun ada peserta yang kesulitan berjalan di atas bakiak.

”Bingung, kadang harus melangkah serempak ke kanan ke kiri, tetapi ini melatih kekompakan dengan teman sih,” kata Amanda Eka Yulianti, salah satu siswa peserta lomba dari SMP Negeri 2 Jetis Bantul.

Lomba bakiak ini, memeriahkan kegiatan internalisasi nilai tradisi melalui permainan tradisional dan cerita rakyat, yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pesertanya, 500 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-Kabupaten Bantul.

Selain bakiak, digelar juga berbagai perlombaan, seperti egrang, gasing, dakon, kasti, tulup bambu, gendiran, hingga bas-basan. Ponirah, salah satu orang tua siswa, memberi apresiasi positif kegiatan ini.

”Ya senang aja sambil ngisi liburan sekolah, biar tambah kompak sama temannya, kadang kita (orang tua, red) di rumah nggak bisa menjelaskan kepada anak permainan jaman dulu, anak kalau sudah pegang hape jadi lupa (segalanya,red),” ucapnya.

Kepala Seksi Ekspresi Budaya Tradisional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Satrio Puji Raharjo saat membuka kegiatan internalisasi nilai tradisi, mengajak seluruh hadirin membunyikan othok-othok atau mainan tradisional dari bambu.

Ia pun, menekankan pentingnya melestarikan permainan tradisional, untuk menanamkan nilai-nilai budaya bangsa kepada generasi muda.

”Anak-anak kita sudah melupakan nilai-nilai tradisi lokal yang ada di tempat kita, untuk itu hal (intenalisasi nilai tradisi, red) ini penting, budaya di era global ini mempengaruhi, anak-anak kita biar tidak terjebak alat-alat modern,” terang dia.

Sementara itu, kegiatan internalisasi nilai tradisi melalui permainan tradisional dan cerita rakyat yang berlangsung Rabu (10/7) hingga Kamis (11/7) besok, sekaligus memeriahkan hari jadi Kabupaten Bantul ke-188.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00