• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

Kemarau, BPBD Imbau Warga Malang Waspadai Kekeringan Hidrologis

9 July
14:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Warga Malang kini harus lebih bijak dan menghemat penggunaan air. Pasalnya, selama musim kemarau, ancaman kekeringan hidrologis bisa terjadi di wilayah Kota Malang. Kekeringan hidrologis itu biasanya ditandai dengan penurunan debit air sumur.

"Kekeringan hidrologis yang umum ciri-cirinya adalah penurunan elevasi mulai air kolam, sungai, danau, dan air tanah," kata analis bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Mahfuzi, Selasa (9/7/2019).

Ia mengungkapkan, berdasarkan jenisnya, bencana yang kerap muncul saat musim kemarau umumnya kebakaran dan kekeringan. "Udara yang kering membuat prosentase kelembaban rendah dan tiupan angin yang kencang menambah laju evaporasi atau penguapan. Itulah mengapa kekeringan ditandai dengan penurunan debit air," ungkapnya.

Menurutnya, dalam ilmu hidrologi, dikenal dua macam kekeringan, yakni kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis. "Jika hujan jarang turun, radiasi matahari meningkat disertai peningkatan radiasi matahari dan suhu udara. Akibatnya, kelembaban menurun, tanah menjadi kering," tutur Mahfuzi.

BMKG Karangploso memperkirakan, puncak musim kemarau di Kota Malang akan terjadi pada bulan Agustus. Pada bulan itu, akan terjadi hari tanpa hujan. "Untuk itu, masyarakat perlu perhatian ekstra mewaspadai puncak musim kemarau ini," imbuhnya.

Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat mendukung upaya pelestarian air dan penghijauan. Sebab potensi bencana kekeringan tidak dapat dihilangkan, melainkan diturunkan besarannya. "Dalam skala global, perlu pemeliharaan konservasi lahan dan air, bisa juga melakukan pembatasan pengambilan air tanah yang berlebihan," tandasnya.

"Di tingkat keluarga, bisa dengan gerakan hemat air, gerakan penghijauan atau menjaga daerah tangkapan air juga membantu mengantisipasi resiko kekeringan," sambungnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00