• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Karya Anak Bangsa Terpasang di Yogyakarta International Airport

8 July
23:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sebuah karya anak bangsa, terpasang di Kawasan Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo. Alat tersebut merupakan Automated Weather Observing System (AWOS) milik Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang berfungsi dengan baik di Bandara di Kulon Progo itu.

Radar Irmavia tersebut berfungsi memberikan informasi tentang cuaca untuk kepentingan pendaratan dan penerbangan di YIA. K

Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Agus Wahyu Raharjo mengatakan, BMKG mempunyai multifungsi, mulai dari memberikan informasi cuaca, iklim, gempa bumi, tsunami, hingga informasi dibidang transportasi, pertahanan keamanan, pertanian kehutanan, pariwisata, lingkungan hidup, olah raga, perikanan kelautan dan industri. 

"BMKG melayani sekitar 12 sektor, dimana salah satunya adalah mendukung keselamatan penerbangan,"ujar Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Agus Wahyu Raharjo usai meninjau AWOS di YIA di Kulon Progo senin (08/07/2019).

Agus menuturkan, AWOS Irmavia di YIA menguasai informasi cuaca menyampaikan arah dan kecepatan angin, visibility atau jarak penglihatan, suhu, tekanan udara dan tinggi dasar awan, sehingga memiliki fungsi sangat penting untuk mendukung keselamatan penerbangan. 

Cara kerja dari AWOS Irmavia ini, secara otomatis melakukan observasi atau pengamatan, dan kemudian diolah menjadi sandi. Informasi tersebut diteruskan ke Air Traffic Control (ATC) bandara untuk diolah melalui sistem ATIS dan masuk ke pilot.

"Alat ini akan mengupdate data secara.otomatis setiap setengah jam sekali"ungkap Agus Wahyu Raharjo

Agus menambahkan, pihaknya saat ini memiliki 181 stasiun serta lima balai. Masing-masing stasiun akan melakukan pengamatan melalui observasi kemudian datanya diolah sehingga terbit layanan dalam bentuk informasi.

Lebih lanjut diungkapkan oleh Agus, ada 181 bandara yang menggunakan AWOS Irmavia. Khusus di Bandara Internasional Yogyakarta AWOS Irmavia yang digunakan merupakan produk karya anak bangsa yaitu dari BMKG,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hanif Andi Nugraha menambahkan, AWOS Irmavia di YIA memiliki nilai tersendiri. Biaya untuk pembuatan alat ini lebih murah jika dibandingkan dengan membeli dari luar negeri.

"Kami bisa menghemat setidaknya 40 % dari biaya jika harus melakukan pembelian di luar negeri,"jelasnya.

Dia menambahkan, meskipun sensor-sensor untuk mengukur tinggi awan dan visibility masih impor, namun pihaknya akan terus berupaya mandiri dengan melakukan perekayasaan. Sistemnya sudah kita kerjakan sendiri oleh BMKG. 

Dinilainya, AWOS Irmavia di YIA berfungsi baik. Hal ini bisa terbukti saat rombongan BMKG dan berbagai media Jakarta akan terbang menuju YIA, kondisi status langit di atas YIA sudah bisa diketahui.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00