• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Nasi Gudeg Ayam Goreng Indah Rasa, Khas Malioboro Yogyakarta

6 July
14:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dari Candi Prambanan, Maura dan keluarganya meneruskan perjalanan menuju Kota Yogyakarta. Selama di dalam mobil, Maura sibuk memilah foto mana yang akan dihapus serta mana yang akan terus disimpan sebagai kenang-kenangannya selama perjalanan wisata keluarga ini. Tangan mungil gadis remaja itu nampak sibuk menekan layar smartphone kian kemari, sambil sesekali wajahnya mendongak untuk melihat pemandangan apa yang nampak sepanjang perjalanan.

Setelah cukup lama, Maura pun tiba di Kota Gudeg, Yogyakarta. Untuk diketahui, Gudeg itu adalah makanan khas Jawa, khususnya Yogyakarta, yang sudah dikenal seantero nusantara ini, bahkan hingga ke mancanegara. Itulah mengapa Yogyakarta disebut juga Kota Gudeg.

Setelah ayahnya memarkir mobil, Maura langsung turun namun ada yang aneh di perutnya. Berbunyi, dan itu adalah pertanda dia lapar. Tepat saja, ayah dan ibunya ternyata memang menuju ke sebuah tempat makanan lokal di pinggir Jalan Malioboro.

Maura dan keluarganya singgah di Rumah Makan Indah Rasa. Makanan yang terkenal dari tempat ini adalah Nasi Gudeg Komplit seharga Rp 30.000 dan Nasi Gudeg Ayam seharga Rp 28.000. Satu lagi adalah Menu Burung Dara Goreng/Bakar seharga Rp 32.000. Maura memilih Nasi Gudeg Ayam Goreng. dengan minuman segar Es Teh Manis seharga Rp 5.000.

Sambil menunggu pesanannya, Maura mengeluarkan gadget dan mulai membuka-buka mbah google kemudian mencari informasi seputar Gudeg.

Sekilas Tentang Gudeg

Sebelumnya, perlu diketahui sekilas, Gudeg (ejaan bahasa Jawa: Gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. 

Gudeg nantinya berwarna coklat, dan itu biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg biasa dimakan dengan nasi dan disajikan dalam siraman kuah santan kental yang disebut areh, ditambah ayam kampung, telur, tempe, tahu dan sambal goreng krecek.

Beberapa varian Gudeg yang dikenal masyarakat antara lain :

Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang.
Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.
Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.

Ada cerita berupa isu yang beredar di masyarakat bahwa warna coklat pada Gudeg dihasilkan dari darah ayam yang ditambahkan pada masakan. Ternyata isu itu, mitos itu, tidak benar! Warna coklat dihasilkan dari daun kelor atau daun jati yang dimasak bersamaan.

Nasi Gudeg Ayam Goreng

Pesanan Maura akhirnya datang juga, Nasi Gudeg Ayam Goreng dan Es Teh Manis, plus air kobokan (untuk cuci tangan). Nasi Gudeg Ayam Goreng itu memang berbeda, karena biasanya daging ayam yang disertakan dalam Gudeg adalah berbumbu opor. 

Nasi putih nan gurih ditambah taburan bawang goreng, kemudian di sisinya terselip Gudeg khas Yogyakarta nan manis disiram areh kental. Di samping Gudeg, ada sambal goreng krecek (kulit sapi yang dimasak dengan kacang kedelai dan cabai rawit pedas). Lalu ada telor bulat bacem, kemudian sambal merah yang memang terlihat sangat pedas. Terakhir, ayam goreng (ayam kampung) yang digoreng kering hingga gurih dan kriuk di mulut.

Maura menghela nafas sesaat dan menjilat bibir. Dia sudah lapar sekali rupanya. Dan setelah cuci tangan, ia mulai menyantap makanan di hadapannya perlahan sampai habis.

"Menurut orang-orang di sini, Menu di Rumah Makan Indah Rasa ini enak, terutama Burung Dara Goreng dan ini, Gudeg Ayam Goreng ini. Ternyata apa yang mereka bilang itu benar, ayamnya gurih, waktu dimakan berbarengan Gudeg juga cocok di lidah, dan aku kenyang," kata Maura berbagi cerita makan Nasi Gudeg Ayam Goreng dengan RRI. (Foto: Maura)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00