• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Unidayan Baubau Akhirnya Sesuaikan SPP, Jawab Tuntutan Mahasiswa

5 July
15:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Baubau : Kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin(Unidayan) Baubau akhirnya melakukan penyesuaian besaran biaya SPP tahun akademik 2019/2020.

Keputusan itu diambil atas pertimbangan dan tuntutan dari sejumlah mahasiswa yang sebelumnya melakukan unjuk rasa menolak kebijakan kampus menaikkan biaya SPP.

“Berkaitan dengan unjuk rasa mahasiswa mempersoalkan kenaikan SPP. Pihak Universitas mendengarkan aspirasi itu lalu membahasnya bersama pihak yayasan. Dari rapat itu keputusannya adalah melakukan penyesuaian sesuai dengan tuntutan mahasiswa,”kata  Rektor Unidayan Baubau, LM. Sjamsul Qamar kepada RRI di Baubau, Jumat(5/7/2019).

Namun kata Sjamsul, kebijakan kampus yang sebelumnya menaikan biaya SPP bukan tanpa sebab. Ada beberapa alasan mendasar sehingga perguruan tinggi swasta ini mengeluarkan kebijakan itu diantaranya karena ada perencanaan untuk menambah jumlah dosen sebanyak 25 orang.

“Saat ini ada beberapa fakultas, rasio antara dosen dan mahasiswanya itu cukup jauh,” katanya.

Saat ini tercatat mahasiswa Unidayan Baubau berjumlah 6.309 orang, sedangkan jumlah dosen hanya 194 orang.

Selain itu kata Sjamsul, alasan lainnya sehingga sebelumnya SPP dinaikkan, karena pihak kampus harus menaggung biaya iuran BPJS karyawan dan dosen. sebab perguruan tinggi swasta juga wajib mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS.

“Kalau dulu kita tidak ikut BPJS, sekarang kita sudah ikut. Dan ini kan harus ada dananya. Sehingga ini sangat terasa sekali bagi kita yang bekerja berdasarkan anggaran berimbang, artinya pengeluaran dan pendapatan itu harus sama,”jelasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unidayan Baubau, Andi Tendri menambahkan, dengan adanya perubahan keputusan besaran biaya SPP, maka pihaknya memastikan beberapa hal yang sudah direncanakan diawal seperti penambahan jumlah dosen, otomatis akan dievaluasi lagi.

“Rencana kan September tahun ini kami akan buka lagi penerimaan dosen. Itu sebagai bentuk dari perencanaan tadi. Tapi dengan perubahan ini, maka otomatis kita akan evaluasi lagi itu,”katanya.

Andi Tendri menyebutkan adapun setelah dilakukan penyesuaian, kini biaya SPP terjadi penurunan sekitar 10 sampai 20 persen dari keputusan sebelumnya.

“Sebagai contoh, biaya spp untuk prodi teknik sipil dan teknik informatika. Sebelumnya kita dinaikkan jadi Rp2.500.000 kini ini turun menjadi Rp.2.300.000,”tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00