• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Gubernur Jateng Acungkan Jempol Gebrakan Kementan Pacu Ekspor Berbasis Digital

5 July
07:18 2019
1 Votes (5)

KBRN, Magelang: Ganjar Pranowo memberikan acungan jempol akan gebrakan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Gebrakan tersebut di antaranya penggunaan teknologi digital dari hulu hingga hilir, peningkatan sumberdaya petani, pengembangan pangan lokal dan kemudahan pelayanan penerbitan izin ekspor.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Soropadan Expo 2019 yang diselenggarakan di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, Magelang, Kamis (4/7/2019). 

Soropadan Expo 2019 mengangkat tema "Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera". 

Ganjar menyebut Pemerintah Provinsi Jateng dan Kementan memiliki misi yang sama dalam mendongkrak neraca perdagangan, yakni melalui akselerasi ekspor. Pemerintah Provinsi Jateng memiliki aplikasi Agro Jowo sebagai pasar digital bagi petani dan konsumen. 

Sementara Kementan memiliki terobosan berupa aplikasi i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export), untuk mengetahui seluruh potensi-potensi pertanian berdaya ekspor, menerapkan sertifikat elektronik sehingga kegiatan ekspor menjadi cepat dan pasar lelang yang membantu petani memasarkan komoditas untuk mendapatkan keuntunga yang jauh lebih tinggi.

"Saya sepakat dengan Kementerian Pertanian, soal pertanian, soal pangan kita lah yang harus menjadi juara dunianya. Maka kalau neraca perdagangan sudah kita bicarakan dan teknologi sudah disiapkan, tinggal produktivitas yang didorong, kapasitas yang disiapkan dan kontinuitasnya juga dijaga," ujarnya.

Oleh karena itu, Ganjar menekankan Soropadan Expo 2019 diharapankan agar menjadi meeting point berkaitan dengan aspek hulu hingga hilir bisa dipelajari di expo ini. 

Di aspek hulu yakni belajar tentang teknik budidaya dan teknik menghasilkan komoditas yang berkualiatas. Misalnya, komoditas melon yang ditanam di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, Magelang ternyata cepat matang, maka petani akan belajar terkait teknik yang paling baik dengan menghasilkan kualitas yang paling baik. 

“Kemudian di aspek hilir, belajar cara memasarkan produk pertanian yang dihasilkan petani. bahkan selain kedua aspek ini, petani dan pelaku usaha berkumpul untuk saling bertukar informasi. Bahkan di sini sudah ada lelang komoditas pertanian. Semua proses ini selalu ada dalam setiap kegiatan Soropadan Expo. Nanti juga ada juga pelatihan untuk anak-anak muda agar bisa berdagang komoditas pertanian secara online,” terangnya.

Ganjar menambahkan Soropadan Expo ini merupakan momentum yang tepat untuk menitipkan berbagai komoditas pangan lokal unggulan kepada para degelasi agar bisa dipasarkan ke negara-negaranya. Ini merupakan salah satu cara memasarkan produk pangan agar bisa menembus pasar ekspor yang selama ini dirasarakan sulit.

“Besok ada delegasi tur, Wakil Gubernur akan memimpinnya. Kami akan titipi komoditas yang selama ini sulit tembus pasar ekspor. Missal beras hitam ke Australia, kami akan titipi mumpung di sini ketemu. Ini cara dagang kita, titipi untuk bawa ke Australia lalu kita ekspor,” ujarnya.

“Presiden Jokowi kan meminta begitu, agar neraca perdagangan surplus, maka ekspor kita pacu. Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun membawa misi dalam meningkatkan ekspor yakni akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 dan hari ini kita sudah mulai menggerakannya,” pintanya.

Masih ditempat yang sama, Dirjen Hortikultura, Suwandi mengatakan gebrakan pemerintah Provinsi Jateng sangat luar biasa dalam memajukan komoditas pertanian khususnya hortikultura sehingga sesuai dengan slogannya “Jateng Gayeng”. Produk-produk unggulan semua kabupaten ditampilkan di Soropadan Expo, pelaku usaha datang baik secara fisik maupun online sehingga produk pertaniannya bisa menggelora, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di pasar ekspor. 

“Tentu hal ini sejalan dengan gebrakan yang dilakukan Kementan selama ini. Buktinya di tahun 2018, Kementan berhasil mengekspor 42,5 juta ton dibanding 2013 hanya 33 juta ton sehingga ekspor komoditas pertanian naik 10 juta ton,” katanya.

Lebih lanjut Suwandi menyebutkan salah satu kunci meningkatkan volume dan daya saing produk pangan di pasar dunia adalah dengan mengedepankan pangan lokal sebagai komoditas ekspor andalan. 

Karena itu, masyarakat jangan membeli atau konsumsi pangan impor. Sebab pangan lokal Indonesia termasuk dari Jawa Tengah seperti kedelai dan kopi tidak hanya memiliki kualitas yang bagus, tetapi juga memberikan stamina pada tubuh.

“Ekspor pangan lokal kita genjot lebih kencang lagi. Kebijakan pemerintah kita fasilitas baik berupa investasi maupun ekspor kita permudahan dan percepatan pengurusan izin dokumennya. Misalnya komoditas hortikultura kita sudah ekspor ke 113 negara,” sebutnya. (Rel).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00