• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

DPD RI Targetkan RUU Pertahanan Rampung Sebelum Parlemen Berganti

4 July
19:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan ditargetkan rampung sebelum parlemen berganti dan akan melengkapi UU nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief  berharap, RUU Pertanahan dapat segera tuntas seiring permintaan Presiden Joko Widodo agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera merampungkan target sertifikasi tanah seperti yang sudah dijanjikan.

Pasalnya lanjutRiri, RUU Pertanahan mengandung banyak aturan penting yang mengurai berbagai persoalan seperti bagaimana mengatur tanah terlantar, tumpang tindih lahan masyarakat dan dunia usaha dan lain sebagainya.

"Harapan saya semua selesai lewat RUU Pertanahan ini. Target sertifikasi tanah memang harus segera rampung. Tapi harus bebas dari konflik. Jadi RUU Pertanahan ini bisa membawa manfaat besar, bukan cuma untuk masyarakat, tapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini ketika dihubungi RRI Bengkulu, Kamis (4/7/2019).

Selain itu Senator Bengkulu ini mengapresiasi Kementerian ATR/BPN memasukkan klausul tentang rencana pembentukan Badan Bank Tanah Nasional dalam RUU Pertanahan. Dimana Indonesia adalah salah satu negara besar di dunia, oleh karena itu aset-aset tanah harus bisa dikelola dengan baik, dan produktif, karena akan menjadikan Indonesia negara yang besar di dunia.

“Seluruh tanah yang menganggur hendaknya dapat dikuasai dan diatur Negara, agar dapat dimanfaatkan untuk membangun industri dalam negeri, mencetak banyak tenaga kerja dan menambah produktifitas hasil-hasil pertanian dalam negeri. Jangan ada lagi tanah yang nganggur. Jika pun ada yang dapat sertifikat tanah, jangan langsung digadai untuk tujuan jajan, tapi pastikan agar bisa dipakai untuk nambah penghasilan keluarga," demikian Riri Damayanti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00