• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Misbakhun: Sudahi Diksi Caleg Gagal, Pansel Anggota BPK Bisa Menilai

4 July
16:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Beredar 'bola liar', isu yang terus mengalir di media sosial maupun media massa, yang mempermasalahkan calon legislatif (caleg) gagal jika mendaftarkan diri sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Mukhamad Misbakhun mengatakan, syarat untuk menjadi anggota BPK RI sebenarnya sudah diatur Undang-undang (UU) tentang BPK pada 2005 dan 2006.

"Jelas diterangkan (dalam UU), bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk mendaftar sebagai anggota BPK," terang Misbakhun kepada wartawan usai Sidang Paripurna di Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Akan tetapi, menurut Misbakhun, tentu punya berbagai persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota BPK. Syarat yang harus dipenuhi di antaranya, jika aplikan (pelamar) adalah sebagai kuasa pemegang anggaran, harus memenuhi masa tunggu selama dua tahun serta memiliki domisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, mengenai mereka yang mendaftar karena terindikasi oleh sebagian pihak sebagai caleg gagal, menurut Misbakhun jangan terlalu mempermasalahkan hal tersebut, karena ini masih sifatnya pendaftaran dan nantinya akan melewati banyak sekali tes maupun pertimbangan.

Dirinya menambahkan, apakah itu kader partai yang mengajukan sebagai caleg, pernah duduk sebagai anggota DPR RI, berapa periode aplikan duduk di parlemen, itu semua biarlah Panitia Seleksi (Pansel) yang akan menilai serta mempertimbangkan, karena itu masuk ke dalam catatan atau bahan pertimbangan Pansel juga. Sehingga sudah saatnya menghentikan diksi caleg gagal tersebut.

Karena, kata dia, tahapan berikutnya masih ada penilaian dari bagaimana para aplikan anggota BPK RI mempersiapkan makalah, mempresentasikan makalah itu kepada Pansel, sampai fit and proper test di Komisi XI DPR RI. Jadi, secara pribadi, Misbakhun menilai tidak ada masalah siapapun yang mendaftarkan diri, selama memenuhi ketentuan UU sebagai warga negara Indonesia dan tinggal di Indonesia.

"Jangan dipermasalahkan, jangan dibesar-besarkan, apakah caleg gagal atau tidak.  Ketentuan di dalam undang-undang itu sendiri tidak ada kualifikasi apapun (mengenai caleg gagal atau bukan). Sekarang hanya lebih kurang sepuluh aplikan dari sekian puluh yang mendaftar, terindikasi caleg gagal, itu hanya seperberapanya, kemudian harus mengikuti tahapan seleksi yang ketat pula. Ruang yang tersedia, sebagai bagian dari kontestasi adalah ruang dimana semua pihak memiliki hak yang sama. Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi," tegas Misbakhun kepada wartawan. (Rep: Jorike Fitri RRI / Foto: ANT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00