• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Humanis dan Tegas, Cara Polisi 'Jogo Suroboyo'

4 July
13:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Puluhan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polsek jajaran Polrestabes Surabaya, dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho. 

Ada apakah gerangan? Sehingga Kapolrestabes Surabaya mengumpulkan anggota polisi yang bertugas memberi penyuluhan kepada masyarakat tersebut. Disaat kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan ini sedang damai. 

Dalam arahannya, Kapolrestabes Surabaya menyebutkan, bahwa operasi terpusat telah dilaksanakan dengan aman dan lancar, baik pengamanan Ramadhan hingga Lebaran, serta pengaman Pemilu hingga penetapan Presiden dan Wakilnya. 

Namun, bukan berarti pengamanan berakhir. Kombes Pol Sandi menekankan kepada para Bhabinkamtibmas ini, semakin mendekat kepada masyarakat. Karena mereka adalah anggota polisi yang paling dekat dengan masyarakat. 

"Datangi RW-nya, silaturahmi," ujarnya dihadapan puluhan Bhabinkamtibmas, Selasa (2/7/2019).

Bahkan, Kapolrestabes Surabaya sengaja mengumpulkan mereka melalui apel Bhabinkamtibmas setiap bulan sekali, untuk mengetahui dan memberi apresiasi bagi yang berperan aktif dalam setiap tugasnya. Ini sebagai upaya Jogo Suroboyo yang terus digaungkan Kota Pahlawan ini. 

"Untuk melihat, mana Bhabinkamtibmas yang aktif dalam membina masyarakatnya, dalam komunikasi dengan masyarakat, dalam bersilaturahmi dengan masyarakat, dan yang kurang aktif," paparnya. 

Kapolrestabes yakin, seluruh Bhabinkamtibmas sudah bekerja secara maksimal, tetapi pasti ada beberapa diantaranya, memiliki upaya lain, dalam bekerja membantu masyarakat. 

"Kami memberikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas yang bekerja dengan baik. Mudah mudahan ini menjadi penyemangat bahwa Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak pelayanan kepolisian di desa dan kelurahan," imbuhnya. 

Oleh karena itu, kata Kapolrestabes, dengan terciptanya keamanan, dan situasi kondusif di desa dan kelurahan, akan membawa keamanan dan ketertiban masyarakat yang ada di Kota Surabaya. 

"Awal mula kegiatan itu tidak mungkin dari atas kebawah, tapi dari bawah pasti sudah ada. Oleh karena itu, dengan adanya kita menggiatkan Bhabinkamtibmas, maka para Bhabin akan mengetahui dinamika yang ada di masyarakat," tuturnya. 

Segala kegiatan yang ada di desa maupun kelurahan, lanjut Kombes Sandi, pasti akan segera diketahui kepolisian, apabila Bhabinkamtibmas aktif di lapangan, aktif berkomunimasi dengan para Tokoh, dengan Lurah, Camat, RT dan RW. 


Kasus Tiga C Masih Ancaman

Kapolrestabes Surabaya tidak menampik, jika kejahatan yang timbul di wilayah hukum Polrestabes Surabaya adalah kasus Tiga C, atau pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

"Dan itu juga menjadi atensi khusus dari saya, untuk melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Baik itu dalam rangka pencegahan, maupun dalam rangka penindakan," ungkapnya. 

Upaya pencegahan tindak kejahatan, kata Kombes Sandi, antara lain preentif dan preventif, yaitu dengan mengedepankan keterlibatan Bhabinkamtibmas. Seperti sosialisasi, himbauan pengamanan kendaraan, dan edukasi kepada masyarakat. 

"Supaya tidak terjadi curanmor," tegasnya. 


Polisi Tidak Segan Tindak Tegas Pelaku Tiga C

"Jangan pernah bermain main di Kota Surabaya, atau tanggung akibatnya," ungkap Kapolreatabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, ketika merilis tembak mati pelaku curanmor. 

Kombes Sandi menegaskan, bahwa polisi akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku pelaku kejahatan, khususnya curat, curas dan curanmor yang ada di Surabaya. 

"Supaya memberikan efek detrend, bahwa tidak ada satupun orang yang boleh menganggu kamtibmas di Surabaya," tegasnya. 

Terbukti, kurang dari satu bulan, sudah ada tiga penjahat yang dikirim ke akhirat, lantaran berusaha melawan saat akan diamankan. Dua diantaranya adalah pelaku curanmor, satu lainnya adalah bandar narkoba. 

Pertama, Jumat 21 Juni 2019. Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus curanmor. Tersangka atas nama Surai alias Dul, tewas diterjang timah panas, lantaran berusaha melawan dengan senjata tajam. 

Kedua, Selasa 2 Juli 2019. Kembali anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan tindakan tegas terhadap pelaku curanmor. Kali ini pelaku atas nama M. Tuki, waga Madura, harus menghembuskan nafas terakhir dengan peluru polisi, lanyaran berusaha melawan saat akan diamankan. 

Ketiga, Rabu 3 Juli 2019. Kali ini giliran anggota Satreskoba yang melakukan tindakan tegas. Lantaran seorang bandar atas nama Luis Sudarmono, berusaha melawan petugas dengan senjata api jenis airgun. Lantaran membahayakan, polisi terpaksa melepas tembakan kepada pelaku. 

"Kami menyampaikan pesan juga, kepada para pelaku kejahatan, yang memang kerjaannya berbuat jahat, silahkan anda melakukan kejahatan di Kota Surabaya, tapi resikonya kami tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Kapolres. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00