• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Dosen UPR Ciptakan Inovasi IT 'Peramal' Karhutla

1 July
19:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Kecanggihan Teknologi Informasi atau IT ternyata bisa dimanfaatkan untuk meredam terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan. Kemajuan dalam salah satu bidang IPTEK ini dapat dimanfaatkan untuk mengukur, mengolah data dan membaca karakteristik alam dan lingkungan. Baru baru ini  salah satu dosen Universitas Palangka Raya,  berhasil menegambangkan sebuah program aplikasi khusus memetakan dan juga menganalisa kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kalteng.

Kepada RRI, seorang dosen sekaligus penggagas inovasi prediksi  karhutla, Ariesta Lestari, Senin (1/7/2019) mengatakan, selama beberapa bulan terakhir dirinya telah mengembangkan sebuah inovasi dalam bidang Informatika dengan menggunakan sistem kecerdasan buatan atau artificial Intelegence. Dalam inovasi ini, historical data atau sejarah dan pola wilayah yang sering terbakar selama 10 tahun terakhir disimpan dalam sebuah program. Selain juga data mengenai arah angin, cuaca dan sebagainya. Nantinya computer akan  mengkalkulasi, menganalisa dan mengolah data sehingga ditemukan pola dan karakteristik kebakaran di suatu wilayah. Sehingga kebakaran seakan bisa diramal berdasarkan olahan data yang ada. Dari pola dan karakter kebakaran 10 tahun terakhir ditambah arah angina dan jenis tanah, akan ditebak kemungkinan kebakaran berikutnya.

“Sistem kemudian akan mengeluarkan rekomendasi pengambilan keputusan yang akan membantu petugas pemadaman kebakaran untuk mempersiapkan sumber daya, personil dan aparat sehingga tindakan mereka lebih efektif,” jelasnya.

Mesin aplikasi prediksi ramalan kebakaran hutan dan lahan ini memiliki tingkat keakurasian data yang tinggi, serta melakukan penghitungan dan pengolahan data dengan cukup cepat. Program ini telah diujicobakan di sebuah wilayah di Kalteng untuk nantinya bisa diterapkan di wilayah lain yang memiliki karakteristik kebakaran yang unik. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00