• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Kimo, Anggota K-9 Spesialisasi Pelacak Umum Amankan Gedung MK

27 June
09:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jelang pembacaan amar putusan gugatan Pilpres 2019, suasana lengang dan aman terkendali masih terpantau di muka Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019), sekitar pukul 08.50 WIB pagi ini.

Awak media nampak mempersiapkan segala sesuatunya guna liputan khusus hari ini. Dan aparat keamanan juga terlihat santai di jalanan depan Gedung MK yang sudah steril karena penyekatan yang dilakukan petugas mulai Patung Kuda Arjuna Wiwaha menuju Monas dan Harmoni.

Hal unik yang terpantau RRI adalah kehadiran K-9 atau korps anjing pelacak dari Dit Sabhara Polda Metro Jaya. Dari apa yang disaksikan pagi ini, ada 3 (tiga) ekor petugas K-9 terbaik yang diturunkan hari ini, yakni untuk spesialisasi handak (bahan peledak), huru-hara, dan cakum (pelacak umum).

Menurut salah satu petugas pawang K-9, sebenarnya untuk huru-hara, semua hewan tersebut harus bisa. Artinya itu sudah menjadi keahlian umum, namun kadang ada yang memang akhirnya menjadi khusus spesialisasi penanganan huru-hara.

Kimo, jenis dutch shepherd, adalah salah satu anggota korps K-9 yang diterjunkan dalam operasi pengamanan pembacaan amar putusan gugatan Pilpres 2019.

Doni, seorang petugas yang pertama kali memegang Kimo mengungkapkan, spesialisasi sahabatnya tersebut adalah pelacak umum (cakum). Kimo dikatakan ekspert dalam melacak kasus-kasus kriminal semisal pembunuhan atau pencurian. Kimo juga memiliki dua keahlian dalam mengontrol emosi, artinya ia bisa menjadi familiar dan dapat pula seketika menjadi sangat garang.

"Saya dulu pawangi dia (Kimo) sejak usia 1,5 tahun. Waktu pertama datang masuk Mabes kemudian ditugaskan ke Polda Metro Jaya, langsung jadi pegangan saya. Jadi saya tahu banget sifat-sifat Kimo. Kalau dia baik, bisa difoto," ujar Doni, petugas K-9 sahabat Kimo kepada RRI, Kamis (27/6/2019).

Dan ketika ditanyakan apakah bisa mengambil foto atau mendekati dua anggota K-9 lainnya, Doni mengingatkan agar mengurungkan niat. Kenapa begitu?

"Jangan dulu mas, itu ada waktunya. Dia pemegang rekor anjing tergalak di Polda Metro Jaya," ujar Doni menunjuk seekor anggota K-9 berwarna coklat, jenis belgian malinois.

Kejadian lucu sempat terjadi saat ketiga petugas K-9, termasuk Kimo diperintahkan mengambil posisi di depan Gedung MK. Ketiga anjing pelacak harus melompati barrier TransJakarta, namun ada anggota Brimob BKO Polda Sulawesi Utara yang duduk berjejer di situ. 

Para Brimob tersebut kaget setengah mati saat Kimo dan rekan-rekannya melompati barrier.

"Ahh..kage kita. ta somo kase maso panci ngoni noh (bahasa manado)," sebut anggota Brimob tersebut sambil tertawa dan diikuti tawa riuh rekan-rekan lainnya. 

Untuk diketahui, arti perkataan tersebut adalah "Ahh...kaget. Saya masukin panci (untuk dimasak) juga kamu semua ya". Penjelasannya, makanan favorit warga Sulawesi Utara adalah daging (maaf) anjing. Dan yang baru saja lompat di barrier dan mengagetkan para anggota Brimob Polda Sulut adalah anjing pelacak. Nah, begitulah...suasana akrab, santai, menjelang pembacaan amar putusan gugatan Pilpres 2019 hari ini. (Foto: Miechell/RRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00