• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Moeldoko Ungkap 30 Teroris Masuk Jakarta dan Kemungkinan Pembatasan Medsos

26 June
22:43 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan, Tim Gabungan TNI-Polri sudah memetakan potensi kerawanan jelang putusan gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan dirinya juga membeberkan, bahwa otoritas keamanan dan intelijen sudah mengetahui masuknya 30 terduga teroris ke Jakarta dengan maksud untuk mengacaukan keamanan yang sudah terbangun dengan baik selama ini.

"Keamanan nasional saya rasa masih terkendali dengan baik. Kekuatan TNI-Polri cukup besar mencapai 40 ribu personel untuk mengantisipasi kekuatan ribuan demonstran. Memang (betul) ada kelompok teroris yang sudah menyiapkan diri, 30 orang sudah masuk ke Jakarta. Kami sudah mengenali, tidak usah khawatir, tinggal kami ambil (tangkap) saja," tutur Moeldoko usai mengikuti Dialog Nasional II : Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) mengusung tema “Menuju Ibu Kota Masa Depan : Smart, Green, and Beautiful”, berlangsung di Ruang Djunaedi Hadisumarto, Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (26/6/2019).

Saat ditanya lebih detail mengenai 30 terduga teroris yang sudah masuk Jakarta tersebut, Moeldoko enggan membeberkan. Dirinya hanya mengingatkan agar semua pihak tidak usah khawatir karena para teroris itu sudah terdeteksi, sudah dibuntuti aparat, dan tinggal melakukan penangkapan di saat yang tepat.

Enggan membuka soal 30 orang terduga teroris itu, Moeldoko lantas mengatakan, proses rekonsiliasi selepas Pilpres 2019 sebenarnya sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada kelompok yang tidak ingin rekonsiliasi itu terjadi. Dan kelompok itulah yang terus menempuh cara lain dengan melakukan aksi di jalanan.

"Saya imbau mereka mengikuti apa yang diminta Pak Prabowo agar konstitusional dan tidak turun ke jalan. Tapi saya lihat mereka (kelompok) itu tidak mau. Kemungkinan ada agenda lain. Kami ikuti saja, silakan lanjut," tegas mantan Panglima TNI tersebut.

Mengenai bagaimana kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama proses putusan nanti, Moeldoko memastikan tetap bekerja seperti biasa walaupun sedang berlangsung pembacaan putusan hasil sidang sengketa Pilpres di MK. Sementara itu, kata Moeldoko, Menko Polhukam, Panglima TNI, serta Kapolri akan berkumpul di Posko TNI memantau Jakarta.

Para pejabat negara, terutama yang mengurus keamanan negara akan terus memantau perkembangan situasi keamanan saat pembacaan sidang putusan MK. Pemerintah dipastikan bakal merespon sangat cepat apapun yang terjadi pasca pembacaan putusan tersebut.

Selain itu, dirinya sempat menyebutkan kalau ada kemungkinan pembatasan media sosial lagi seperti pasca aksi demo pendukung Prabowo-Sandi yang akhirnya berujung pada kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu. Jika perkembangan di lapangan butuh penyesuaian, sepertinya pembatasan medsos akan dilakukan agar tidak ada yang menyebarkan hoax dan kebohongan jenis lain yang bertujuan membohongi rakyat lalu mengajak berbuat kerusuhan untuk mengacaukan negara dan pemerintahan yang sah.

"Komunikasi baik sebenarnya sudah terbangun antara Paslon 01 dan 02, semuanya sudah terkomunikasi dengan baik, sehingga jangan lagi merusak situasi. Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok yang tidak menginginkan adanya koalisi, jangan berbuat yang mengganggu masyarakat," tegas Moeldoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembacaan putusan gugatan hasil pilpres akan berlangsung Kamis, 27 Juni 2019, pukul 12.30 WIB. Pembacaan dilakukan lebih cepat dari rencana awal (28 Juni 2019) karena hakim Mahkamah Konstitusi merasa sudah siap dengan putusan permohonan gugatan yang diajukan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi. (Foto: Kementerian PPN/Bappenas)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00