• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ikan di Ambon Mengandung E Coli, Pemkot Mulai Panik

26 June
22:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Menindaklanjuti pemberitaan ikan segar di Pasar Arumbae Mardika tercemar bakteri ecoli, Asisten II Kota Ambon Roby Silooy didampingi Kadisperindag Kota Ambon Piet Leuwol dan Kadis Perikanan Kota Ambon Steven Patty, Rabu (26/6/2019) meninjau Pasar Mardika. 

Tinjauan terfokus pada tiga WC umum yang tersebar di Kawasan Pasar Mardika. Karena diketahui akibat limbah WC umum yang mencemari air laut, berdampak pada ikan segar yang dijual pedagang. Karena sejauh ini air laut disekitar WC umum dipakai untuk mencuci ikan. 

Assiten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Robby Silooy mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan lapangan, dengan menutup sebagian bilik WC umum yang dipakai untuk buang air besar (BAB), khusus untuk WC umum yang tidak memiliki septic tank. 

"Ada sebagian toilet untuk BAB yang kita gembok nanti. Tidak bisa kita tutup semua karena pedagang disini sangat bergantung dengan WC umum," ujarnya

Dari tiga WC umum yang ada, menurutnya sudah dilengkapi septic tank, hanya saja ada yang tidak berfungsi dengan baik. Sementara satu toilet milik pedagang diketahui tidak dilengkapi septic tank, sehingga pembuangannya langsung ke laut. 

"Ada satu yang tidak punya septic tank toilet milim Pak Ali diunjung sana. Itu kita sudah sampaikan tidak boleh digunakan," tegasnya

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Steven Patty mengatakan, ikan yang dijual di pasar mardika masih aman dikonsumsi. Hasil penelitian sampel Balai Karantina Perikanan yang menyebutkan ikan segar diduga tercemar ecoly belum dirilis. 

"Kemarin memang dari Balai Karantina Perikanan ambil sampel air laut di pasar arumbae dan masih diteliti. Ikan tetap aman dikonsumsi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya

Menurut Steven, bakteri ecoly bukan hanya disebabkan limbah kotoran, limbah pembuangan sampah rumah tangga juga memicu perkembangbiakan bakteri itu. Ia beralasan ketersediaan infrastruktur penunjang menjadi kelemahan untuk wujudkan pasar yang higienis. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00