• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Rakyat Palestina Sebut Konferensi Manama di Bahrain Langkah “Licik” AS

26 June
21:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Konferensi ekonomi “Konferensi Manama” yang berlangsung di ibukota Manama, Bahrain, sejak awal mendapatkan pertentangan tegas Palestina.

Pasalnya, konferensi ekonomi yang digelar oleh negara-negara Teluk bersama Amerika Serikat itu disebut-sebut sebagai salah satu perwujudan “The Deal of Century” atau “Kesepakatan Abad Ini” yang dicetuskan oleh Amerika Serikat.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, mengatakan, “Konferensi Manama” merupakan bagian dari langkah-langkah Amerika untuk bermain licik di Palestina.

“Bahwasanya, konferensi ini adalah bagian dari langkah-langkah Amerika untuk bermain licik di tanah Palestina. Bahwasanya, masjidil Aqsa yang di dalam kota Yerusalem itu bukan sebuah tempat yang bisa dijual belikan. Apakah kita ingin menjual sisa-sisa tanah yang kita miliki untuk mereka semua," ujar Zuhair Al Shun ketika menggelar konferensi pers, Rabu (26/6/2019), di Jakarta.

Al Shun menegaskan, dengan alasan itu pula Palestina memutuskan untuk absen atau menolak hadir dalam konferensi tersebut.

“Saya menekankan apakah kita miliki untuk kepentingan mereka? Maka, kita menolak untuk hadir dalam konferensi ini,” terangnya.

Al Shun menambahkan, rakyat Palestina yang menolak “Konferensi Manama” dengan segala keputusan yang dihasilkan, juga tidak mengijinkan berbagai pengelolaan pembangunan di kawasan Palestina dilakukan sebagai bagian dari konferensi tersebut.

“Karena, itulah kita bisa menyebutkan bahwa konferensi ini tidak sukses. Karena, kami tuan rumah tidak mengizinkan orang-orang untuk mengelola apa yang ada di tanah kami, sebagaimana yang nantinya akan diputuskan di konferensi Manama. Saya benar-benar mengetahui bagaimana pola pikir Israel. Karena, saya tinggal di sana, jadi saya mengetahui bagaimana mereka bersikap, sebagaimana mereka berpikir untuk kepentingan mereka sendiri,” papar Al Shun.

Sementara, negara-negara teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Maroko, dan Qatar dilaporkan menghadiri “Konferensi Manama”.

Sedangkan, Irak dan Lebanon dilaporkan mengikuti jejak Palestina untuk tidak hadir.

Zuhair Al Shun menyatakan dunia memiliki tanggungjawab yang besar, sebab Palestina merupakan bagian yang sah dari negara-negara di dunia.

“Maka, haruslah kita taati bersama-sama bagaimana keputusan-keputusan yang telah diadakan di DK PBB dan di majelis-majelus yang ada di PBB untuk bisa meraih perdamaian, keamanan bagi masyarakat Palestina. Bahwasanya, politik yang dilangsungkan oleh Israel adalah politik yang tidak menguntungkan Palestina. Karena, Israel tidak menyukai perdamaian, karena Israel tidak menyukai ketenangan yang ada di Palestina,” ungkapnya.

Juru Bicara kementerian luar negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan, bagi Indonesia proposal perdamaian dari konflik Palestina-Israel setidaknya harus mengandung 3 kriteria.

“Posisi Indonesia selalu bahwa apapun proposal perdamaian yang diajukan harus memenuhi beberapa kriteria. Artinya harus meminta pendapat seluruh partai atau pihak yang terlibat. Kedua, harus inklusif dalam arti isu-isu yang dibahas merupakan isu-isu yang menjadi tidak saja menjadi salah satu isu. Ketiga harus menghormati kesepakatan pemimpin internasional yang telah disepakati sebelumnya yaitu diberlakukan proses perundingan Israel dan Palestin selama ini,” terang Arrmanatha.

Menurut Arrmanatha, pihaknyapun akan mempelajari lebih lanjut hasil dari “Konferensi Manama”.

“Kita belum melihat secara lengkap dan akan mempelajari usulan yang ada,” tambahnya lagi.

Sementara, “The Deal of Century” atau “Kesepakatan Abad Ini” merupakan sebuah rancangan perdamaian Palestina-Israel yang diajukan Amerika Serikat.

“Konferensi Manama” berlangsung pada 25 – 26 Juni 2019 di kota Manama, Bahrain.

Sedangkan, “Kesepakatan Abad Ini” yang dicetuskan oleh Amerika Serikat, merupakan bagian dari perdamaian bagi Palestina dan Israelyang ditawarkan oleh negeri “Paman Sam” itu.

Investasi sebesar 50 miliar Dolar Amerika disebut-sebut akan menjadi bagian dari “Kesepakatan Abad Ini”, bagi wilayah Palestina dan negara-negara bagian di sekitarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00