• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komnas Perempuan: Modus ‘Pengantin Pesanan’, Indonesia Darurat Perdagangan Manusia

26 June
21:10 2019
3 Votes (3.7)

KBRN, Jakarta : Kasus perdagangan orang kembali terjadi. Belakangan ini korbannya adalah 29 perempuan dengan modus perkawinan (pengantin pesanan). 

Indonesia darurat perdagangan manusia, kata Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.

“Di Jakarta sendiri yang saya tahu ada yang diperdagangkan ke daerah lain dan ke luar negeri,” kata Komisioner Komisi Nasional Perempuan Thaufiek Zulbahary dalam konferensi pers “Melawan Perdagangan Orang Modus Pengantin Pesanan” di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Kepada Radio Republik Indonesia,  Thaufiek Zulbahary membeberkan adanya laporan  kasus di Jakarta yang masuk ke Komnas Perempuan. 

“Ada perempuan dari satu daerah di jakarta, dia direkrut dan diiming-imingi oleh seorang perekrut lapangan di daerahnya di Jakarta. Jadi di jakarta sendiri menurut saya sudah cukup parah, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. Jadi saat ini memang kita bisa bilang indonesia sudah darurat tindak pidana perdagangan manusia dengan berbagai modusnya,” ujarnya.

Diberitakan, sebanyak 13 perempuan asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dan 16 perempuan asal Jawa Barat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perkawinan (pengantin pesanan).

Komnas Perempuan berharap selain ditetapkan menjadi korban TPPO, maka hak-hak korban seperti restitusi, penguatan ekonomi dan rehabilitasi harus dipenuhi.

Dalam jumpa pers di Kantor Komnas Perempuan, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mempawah Kalimantan Barat menjelaskan bagaimana proses pernikahan pesanan.

"Pihak perekrut awalnya melakukan manipulasi dokumen, foto-foto tunangan. Ini hanya sekedar foto tidak ada acara resminya. Kalaupun ada dokumen resmi dari dukcapil ini memakai joki lagi, pengganti orang lain. Korban tidak merasa sama sekali melakukan pendaftaran ke dukcapil maupun ke yayasan" pungkas Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mempawah, Mahadir.

Ia juga menambahkan bahwa ada 13 kasus yang telah ditangani. Dari 13 kasus tersebut ada 9 yang sudah dipulangkan dan sementara masih dalam proses ada 4 orang lagi.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Hanum Oktavia

    Editor RRI Malang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00