• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Siswa SMK Banyuwangi Ciptakan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Android

26 June
19:37 2019
2 Votes (5)

KBRN, Banyuwangi : Siswa SKN 1 Glagah Banyuwangi ciptakan alat peyiraman otomatis yang sangat cocok digunakan oleh ibu - ibu milenial super sibuk, yang suka merawat tanaman ditaman rumahnya. Alat yang diberi nama Sistem Irigasi Otomatis Tenaga Matahari (Siro Tangar) tersebut oleh SMKN 1 Glagah Banyuwangi dalam pameran Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yang diselenggrakan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi.

Siro Tangar, ciptaan siswa SMKN 1 Galagah Banyuwangi ini, berawal dari luasnya taman yang ada disekolah, mereka mencoba membantu pihak sekolah agar proses penyiraman taman diubah dari manual menjadi otomatis, dengan mengunakan sesor kelembaban yang dipadu dengan pengendali jarak jauh melalui aplikasi berbasis android, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga.

Ketua tim perancang Siro Tangar, Oka Bayu Pratama, Rabu (26/6/2019) mengatakan, pembuatan protype "Siro Tangar" proses pembutannya mencapai satu bulan, dan perangkat keras digunakan mulai dari papan solar cell, aki, pompa, sesor kelembaban serta pemecahan air menghabiskan dana tiga juta rupiah.  

"mulai proses perencanaan, dan pemesanan barang sekitar satu bulan, dan perakitannya hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, dan alat tersebut sudah kami pasang di sekolah, sehingga saat sensor menangkap kelembapan taman atas 60 persen, alat tersebut akan menyiramkan air secara otomatis," ungkap Oka.    

Untuk perangkat lunaknya Oka bersama Mikhael Candra, Yohanes Brian, Mohamad Arsy, menciptakan aplikasi berbasis android yang diber inama Greenduino, dalam aplikasi tersebut ada tombol penyiraman yang bisa digunakan tanpa menunggu kelembapan tertentu.

"Selain mengunakan sensor kelembaban, kita juga membuat aplikasi Greenduino, yang bisa diremote dari manapun, sehingga bisa menyiram otomatis, tanpa menunggu perintah dari sensor yang kami pasang ditanah, karena diaplikasi tersebut kita bisa mengetahui berapa kelembapan ditaman secara real time, ada sebelum menyemburkan air ada suara rekaman suara peringatannya," jelas Oka

Sementara itu Humas SMKN 1 Glagah Bambang Sulistio mengatakan, Oka dan timnya menggagas dan mendesign sendiri Siro Tangar tersebut, bahkan sudah diimplementasikan ditaman sekolah, dan inovasi yang dilakukan mendapatkan support penuh oleh sekolah, sehingga selalu diikutkan dalam berbagai pameran dan lomba inovasi mulai tingkat daerah hingga nasional.

"mereka cukup kreatif dalam memadukan matahari dengan taman yang ada di sekolah, sehingga terciptalah "Siro Tangar", dan alat ini sangat cocok digunakan di era industri 4.0, sehingga generasi milenial, yang suka merawat bunga ditaman rumah tidak perlu repot - repot meyiram tanamannya secara manual, karena sudah didesign otomatis, atau cukup melalui smartphone mereka," jelas Bambang, Rabu (26/6/2019).

Siro Tanggar ini bisa di implementasikan dengan lebih besar, dan bisa diaplikasikan di dunia pertanian, sehingga para petai milenial tidak perlu repot - repot datang ke sawah untuk menyiram, karena sudah ada sensor yang bisa memerintahkan proses penyiraman secara otomatis dan para siswa SMKN 1 Glagah tersebut siap membantu menerapkan sistem Siro Tanggar kepada para petani, yang membutuhkan ide dan gagasan mereka.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00