• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pelaku Perunggasan Banyumas Desak Pemerintah Perbaiki Tata Niaga Ayam Broiler

26 June
15:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banyumas : Pelaku yang berkecimpung dalam bisnis ayam pedaging atau ayam broiler di Banyumas Jawa Tengah, meminta Pemerintah melakukan penataan tata niaga ayam broiler agar  bisa melindungi semua pelaku dan konsumen. 

Hal ini berkaitan anjloknya harga ayam broiler, mencapai Rp6 ribu perkilogram. Namun harga di pasar tradisional masih cukup tinggi, yakni Rp32 ribu perkilogramnya. Hal ini terpantau di Pasar Karanglewas Banyumas, Rabu (26/6/2019).

Pelaku Perunggasan Banyumas Irlan mengatakan, jika tata niaga tidak diatur maka akan menyebabkan masalah terus dikemudian hari. Sebab masalah ini sebenarnya terjadi sejak 2011, bahkan aksi menyuarakan tuntutan mengenai penataan tata niaga sudah dilakukan beberapa kali dengan turun ke jalan. 

Salah satu yang dituntut oleh peternak yakni, adanya standarisasi harga, atau Harga Pembelian Pemerintah (HPP) diterapkan pada komidti ayam broiler, seperti pada beras.

“Dari Pemerintah ini tidak ada control, harga harus sekian. Demo sudah dilaksanakan sejak 2011, minta HPP tapi tidak pernah teralisasi. Akhirnya posisinya broker yang menang,” kata Irlan di Purwokerto.

Sementara itu, Manager Unit Tegal Ciomas Adisatwa Tegal Eko Setiawan menambahkan, selain tata niaga yang harus dilakukan perbaikan. Juga perlu adanya peran bersama, antara Asoiasi peternak, pedagang, akadimi, Pemerintah dan Konsumen. 

Untuk duduk bersama serta, membahas mengenai tata niaga dan aturan yang bisa melindungi semua pihak. Agar masalah Anjloknya harga ayam broiler ini, tidak terjadi di kemudian hari.

“Dinas Peternakan, Asosiasi Peternak, Pedagang, konsumen, duduk bareng untuk menyepakai harga. Agar harga ini  

Akibat anjloknya harga ayam broiler, di sejumlah wilayah melakukan pembagian ayam secara gratis, seperti di Jogjakarta dan Solo.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00