• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

HMI: Tolak Putusan Hakim MK Berarti Jalankan Demokrasi Kriminal

25 June
18:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Respiratori Saddam Al jihad  mengajak generasi milenial untuk konsisten pada rangkaian demokrasi sesuai koridor hukum untuk menatap kemajuan demokrasi dan mengokohkan kedaulatan rakyat.

Salah satu Kandidat Doktor Muda Ilmu Pemerintahan ini menegaskan, bahwa segala pihak yang menolak keputusan Mahkamah Konstitusi, berarti mereka sedang menjalankan demokrasi tanpa koridor hukum. Dan hal itu sama dengan demokrasi kriminal, seperti yang disampaikan Prof Jeffrey Winter.

Saddam menyampaikan bahwa setiap generasi bangsa harus sudahi politisasi demokrasi, politisasi gerakan, hingga politisasi keputusan konstitusional. 

"Hari ini yang dibutuhkan adalah mendukung keputusan konstitusional untuk menatap keteraturan demokrasi. Merawat kaderisasi kebangsaan, dan menguatkan kepemimpinan kenegaraan untuk kekuatan bersama sebagai Indonesia," kata Saddam dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengatakan bahwa koridor demokrasi dan politik Indonesia harus dengan pedoman dan keputusan konstitusi. Ditambah lagi dengan adanya semangat sila ketiga sebagai wujud persatuan Indonesia setelah “ramai-ramai politik” harus segera hadir.

"HMI sebagai generasi milenial siap untuk menjadi generasi pemersatu, bukan sebagai generasi provokatif," tegas Saddam.

Terakhir, Saddam yang berusia 28 tahun ini menyindir bahwa para politisi harus taat dengan hukum dan jangan melakukan dipolitisasi serta provokasi kepada masyarakat dan mahasiswa. 

"Jangan melakukan seperti sistem “devide et empira” yang terus dilakukan demi kekuasaan. Itu seperti VOC dimasa penjajahan," imbuhnya.

Ditambahkan Saddam, generasi milenial dan PB HMI siap menjadi generasi pemersatu bangsa. (rills)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00