• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Larang Unjuk Rasa di Depan MK, Kapolri Tak Ingin Kerusuhan 22 Mei Terulang

25 June
13:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan larangan digelarnya aksi unjuk rasa di depan Gedung MK selama berlangsungnya sidang sengketa pilpres 2019.

Hal ini menyusul adanya rencana Persaudaraan Alumni (PA) 212 merencanakan menggelar aksi 26-27 Juni mengawal putusan sengketa Pilpres 2019.

Ia menuturkan, alasan dilarangnya dilakukan aksi di depan gedung MK itu berkaca pada aksi di Bawaslu pada 21 hingga 22 Mei lalu. Tito tidak ingin aksi serupa yang berujung pada kerusuhan.

"Saya juga sudah menegaskan kepada Kapolda Metro Jaya, kepada BIN, kepolisian tidak memberikan izin (demo) di depan MK, kenapa, dasar saya adalah UU Nomor 9 tahun 1998 pasal 6 itu tentang penyampaian pendapat di muka umum penyampaian pendapat di muka umum," tegas Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Ia menambahkan, dalam Pasal 6 itu dijelaskan bahwa unjuk rasa tidak boleh mengganggu ketertiban umum, publik dan tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain serta harus menjaga kesatuan bangsa.

"Pada waktu di depan Bawaslu itu sebetulnya Polri sudah sangat toleran dan melakukan diskresi. Sebetulnya tidak tepat untuk melanjutkan aksi di depan Bawaslu yang merupakan jalan protokol karena akan mengganggu publik dan pemakai jalan lainnya apalagi dilaksanakan malam hari karena aturannya hanya berlaku di luar itu sampai dengan jam 18.00 WIB,” tuturnya.

Ia menyayangkan toleransi dan diskresi yang diberikan Polri telah disalahgunakan oleh sekelompok perusuh yang menyusup di tengah massa.

“Saya yakin sudah ada yang merencanakan, kenapa merencanakan kalau memang konflik biasa itu peralatan yang digunakan seadanya. Saya tidak ingin itu terulang kembali. Untuk itu, saya larang semua unjuk rasa yang melanggar ketertiban publik," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00