• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

AKBP Budi Santoso: Brimob Merasakan Hal Baru Selama BKO Jakarta

25 June
12:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Pengamanan aparat kepolisian terhadap Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jalan Medan Merdeka Barat yang masuk kategori jalan protokol, terus diperketat jelang pembacaan putusan gugatan Pilpres 2019 pada 27 Juni 2019 mendatang. Tak terasa, sudah lebih kurang tiga bulan ratusan bahkan puluhan ribu anggota Brimob dari daerah menjalani Bantuan Kendali Operasi (BKO) di titik-titik yang dianggap rawan aksi massa selama sengketa Pilpres. Otomatis, banyak pula suka duka dari mereka selama bertugas.

Komandan Batalyon I Penugasan dari Aceh, AKBP Budi Susanto mengutarakan bagaimana suka duka anggota yang dipimpinnya selama BKO di Jakarta. Secara umum, Budi mengungkapkan, sebenarnya meninggalkan keluarga di rumah sudah biasa dilakukan dalam bertugas. AKan tetapi ada sesuatu yang lain atau berbeda dalam penugasan kali ini.

"Kami biasa meninggalkan keluarga saat bertugas, dan biasanya Brimob yang BKO selalu ke tempat-tempat rawan konflik (konflik bersenjata). Namun BKO kali ini berbeda, karena kami harus benar-benar menampilkan bagaimana sosok polisi humanis. Artinya, Brimob harus menunjukkan sosok yang bisa menangani aksi unjuk rasa, tapi di sisi lain juga harus arif dan bijak di lapangan guna meminimalisir jatuhnya korban dari masyarakat," sebut AKBP Budi Santoso kepada RRI, Selasa (25/6/2019).

Puluhan ribu pasukan Brimob dan Samapta Nusantara menjalani penempatan secara garis besar di wilayah-wilayah seperti Monas (Pos Utama), DPR RI, Bawaslu, KPU, Mahkamah Konstitusi, dan Wisma Atlet. Dan satu hal yang disyukuri Budi adalah, bagaimana sejak penempatanb mereka pada April 2019 hingga hari ini, pihak Polda Metro Jaya sangat memperhatikan keadaan personel di lapangan.

"Mulai dari konsumsi (makan) sampai home base (tempat istirahat) semuanya sangat diperhatikan oleh Polda Metro Jaya," sambung Budi.

Mengenai koordinasi Polri dengan TNI selama masa pengamanan, Budi mensyukuri bahwa semua berjalan lancar. TNI-Polri menurutnya bisa solid di lapangan, serta yang paling penting, kata dia, dalam operasi di lapangan baik Polri maupun TNI sama-sama bisa saling bersinergi dengan luar biasa.

"Saling mengisi di lapangan dalam operasi," imbuhnya.

Terakhir, sebagai petugas keamanan, dirinya mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Jakarta yang telah berpartisipasi untuk mendukung terwujudnya keamanan, ketertiban, serta kelancaran selama Operasi Mantap Brata. Bahkan ia menilai, masyarakat Jakarta ini antusias agar Jakarta tetap aman dan nyaman. Kemudian untuk apapun hasil yang muncul dari sengketa PIlpres nantinya, Budi berharap sesuai kehendak masyarakat banyak.

"Buat keluarga kami yang ada di rumah, saya harap ini menjadi suatu bahan ke depan, bahwa menjadi isteri seorang bhayangkara Polri tidak mudah. Perlu legowo dan keiklasan saat ditinggal bertugas," pungkasnya. (Foto: Jorike Fitri/RRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00