• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Waspadai Musim Kemarau, Basarnas Jabar Lakukan Sejumlah Upaya Preventif

25 June
11:01 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sumedang : Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat (Jabar) menyatakan siap bekerjasama dengan pihak terkait lain guna mengantisipasi bencana kekeringan yang kerap terjadi di beberapa daerah, mengingat, puncak kemarau dierkirakan terjadi pada Agustus 2019.

Demikian disampaikan, Kepala Kantor Basarnas Jabar, Deden Ridwansyah disela kegiatan Halal bihalal dan Silaturahmi bersama Potensi SAR se-Jabar di Aula Kantor SAR Bandung jalan raya Bandung-Garut KM 27 Kecamatan Cimanggung Kab. Sumedang, Selasa (25/6/2019).

"Basarnas bersama potensi SAR siap menghadapi semua kemungkinan yang terjadi dalam menghadapi musim pancaroba. Sebab, perlu diketahui bahwa Basarnas tidak mengenal musim, kami siap 24 jam sebagaimana mottonya, lebih baik siap sebelum terjadi daripada tidak siap saat terjadi," jelasnya.

Menurut Deden, menghadapi musim kemarau, Basarnas Jabar melakukan strategi tambahan yakni, melalui upaya preventif mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Basarnas sudah melakukan aksi reaktif jika kekeringan telah terjadi di suatu daerah.

"Sehingga, antisipasi kami pun tetap siaga 24 jam selain tetap memberi imbauan kewaspadaan kepada masyarakat bahwa Juni sudah memasuki musim kemarau. Dan antisipasi kewaspadaan pada puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus nanti," katanya.

Tak hanya itu, sambung Deden, antisipasi yang dilakukan akan disesuaikan dengan potensi bencana yang terjadi seperti, adanya kekeringan ataupun saat terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Namun demikian, kami akan segera memetakan lebih jauh potensi bencana di masing-masing wilayah khususnya di Jabar. sebab, dari sekian kabupaten/kota di Jabar terdapat beberapa wilayah yang berpotensi rawan kebakaran hutan, sehingga, Basarnas akan mengantisipasi dengan melakukan koordinasi bersama stake holder lain," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00