• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Praktisi: Penerapan Sistem Zonasi PPDB Harus Konsisten

25 June
10:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar:  Penerapan sistem zonasi yang mencapai 90 persen dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga kini masih menimbulkan pro kontra di lingkungan masyarakat.

Sebut saja di Kota Denpasar, pola pikir masyarakat masih menganggap SMAN 1 Denpasar, SMAN 3 Denpasar dan SMAN 4 Denpasar menjadi primadona dan sekolah favorit. Namun dengan sistem zonasi tidak semua siswa bebas memilih sekolah tersebut. Parahnya lagi justru nilai Ujian Nasional tahun ini tidak lagi menjadi acuan dalam PPDB.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Se-Kota Denpasar, Ketut Suyastra epada RRI, Selasa (25/6/2019), menilai penerapan sistem zonasi sebagai langkah yang bagus. Hanya saja kebijakan ini perlu diimbangi dengan infrastruktur yang mendukung.

“Ini kalau diimbangi dengan infrastruktur pendukung, saya kira tidak jadi masalah. Tetapi persoalan sekarang adalah orang tua yang mengalami, ada putra putri mereka yang nilai UN bagus, tetapi jauh dari sekolah, itu bisa-bisa tidak mendapat sekolah, khususnya Sekolah Negeri, ini yang harus dijawab oleh pemerintah atau pengambil kebijakan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Denpasar itu lebih lanjut mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi juga diperlukan konsistensi dari Pemerintah Pusat atau pengambil kebijakan. Jika Tidak, secara otomatis, lagi-lagi siswa hanya akan menjadi korban alias kelinci percobaan.

“Kebijakan ini sangat strategis sebenarnya, tetapi harus konsisten, jangan sampai tahun ini diberlakukan seperti ini, tahun depan berbeda lagi, sehingga anak akan menjadi korban terus,” tegasnya.

Menyinggung nasib Ujian Nasional yang tidak lagi menentukan kelulusan dan menjadi acuan PPDB, menurut mantan Kepsek SMA Negeri 3 Denpasar itu, ke depan UN dapat diganti dengan Tes Diagnostik sehingga tidak lagi menyeramkan.  

Selain itu, waktu pelaksanaan UN semestinya ditempatkan terpisah dari Ujian Sekolah yang menentukan kelulusan siswa. Dengan dipisah atau diganti dengan Tes Diagnostik, otomatis UN dapat dipakai sebagai acuan untuk mengukur pemerataan pendidikan di Tanah Air.

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00