• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus terhadap AS, Defisit dengan Tiongkok

25 June
10:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melaporkan, perkembangan neraca  perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2019 mengalami peningkatan atau surplus dengan sejumlah negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia, salah satunya Amerika Serikat (AS).

Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat rilis rutin di Jakarta menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia memgalami surplus masing-masing dengan AS sebesar USD 3,9 miliar, kemudian India USD 3,08 miliar, hingga terhadap Belanda.

“Neraca perdagangan Indonesia Mei 2019 masih surplus dengan beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang kita,” terang Suhariyanto kepada wartawan di Gedung BPS RI, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Neraca perdagangan dinyatakan surplus terhadap mitra dagang adalah ketika barang yang diekspor Indonesia lebih banyak dibandingkan produk yang diimpor dari negara yang sama.

Sebegai contoh, Indonesia mengekspor barang dengan nilai USD 1 miliar dan mengimpor USD 500 juta dari negara yang sama. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia dinyatakan surplus sebesar  USD 500 juta.

Akan tetapi, dengan keadaan surplus terhadap AS, Indonesia masih mengalami defisit dengan Tiongkok sebesar USD 8,48 miliar. Begitu juga dengan Thailand dan Australia yang juga masih mengalami  defisit.

Untuk diketahui, neraca perdagangan dinyatakan defisit atau menurun karena barang yang diekspor Indonesia lebih rendah dibandingkan yang diimpor dari negara yang sama.

Sebagai contoh, Indonesia mengekspor senilai USD 500 juta dan mengimpor USD 700 juta. Dengan begitu, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 200 juta. (Foto: EKOS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00