• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Gelar Pameran Foto Zona Demiliterisasi di Jakarta, Fotografer Kawakan Korea Sampaikan Pesan Perdamaian

24 June
23:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dunia tentunya tidak melupakan kisah pilu dari perang Korea yang terjadi pada kurun waktu 1950 – 1953 silam. Setidaknya tiga juta jiwa tewas serta yang lebih menyedihkan adalah sekitar 10 juta orang terpisah dari keluarga. 

Lebih dari setengah abad sejak perang berakhir, hubungan rakyat dari kedua bangsa itupun berangsur membaik. Terutama, dengan disepakatinya “Deklarasi Panmunjom” 2018 lalu oleh kedua pemimpin negara Korea Selatan dan Korea Utara. 

Dibalik itu semua berbagai kisah dimasa lalu, memiliki nilai tersendiri bagi seorang fotografer seperti Choi Byung Kwan, yang menyampaikan harapannya bagi perdamaian di Semenanjung Korea melalui karya fotografi.

Indonesiapun beruntung sebab menjadi negara pertama di Asia, yang dipilih untuk menjadi lokasi pameran fotografi Choi mengenai “Zona Demiliterisasi”.

Pameran itupun resmi dibuka pada Senin (24/6/2019).

Choi mengatakan ia sangat beruntung dipilih langsung oleh pemerintah Korea pada tahun 1997, untuk melakukan proyek foto di kawasan “Zona Demiliterisasi”.

“Saya dipilih oleh pemerintah Korea untuk DMZ (memotret),” ujar Choi ketika ditemui disela-sela pameran fotografi.

Menurut Choi, meski demikian sebagai seorang fotografer, ia memiliki tujuan untuk menunjukkan kepada dunia terhadap sisi lain “Zona Demiliterisasi”, terutama untuk menyampaikan pesan perdamaian agar dapat dicapai di Semenanjung Korea.

“DMZ adalah tanah peninggalan dari perang Korea, tapi setelah perang berakhir wilayah itu menjadi harta gudang bagi ekosistem. Di mana saja saya menginjakkan kaki saya, semua ada peninggalan dari perang. Walaupun saya telah mengalami beberapa kali situasi berbahaya, saya ingin memotret terus walaupun situasi berbahaya. Agar saya bisa menyebarkan pesan perdamaian di Semenanjung Korea kepada seluruh dunia,” imbuhnya.

Menurut Choi, ia menghabiskan waktu selama 6 tahun, untuk terlibat dalam proyek fotografi di “Zona Demiliterisasi” tersebut.

“Masing-masing ditahun 1997 – 1998, tahun 2000 – 2003 hingga 2014,” jelas Choi.

Duta besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, mengatakan, pihaknya mengharapkan pameran karya fotografi Choi Byung Kwan, dapat mengubah pemahaman masyarakat dunia terkait “Zona Demiliterisasi” yang selalu identik dengan peristiwa tragis dan sisi gelapnya.

“Melalui pameran foto ini saya percaya masyarakat akan memahami bahkan melalui realita yang sangat serius ini, dimana bunga-bunga liar, hewan, barang-barang berbahaya atau bahkan beberapa keindahan alam masih tumbuh di sana. Hal itu merupakan simbol dari ketahanan perdamaian dan rekonsiliasi. Meskipun, saat ini masih dalam situasi yang sulit. Saya rasa pameran ini akan membawa pesan perdamaian dan persatuan,” harap Kim Chang-beom.

Salah seorang pengunjung, Dar Edi Yoga, mengatakan, selain menunjukkan sisi lain wilayah “Zona Demiliterisasi”, pameran fotografi karya Choi Byung Kwan juga dinilai berhasil mengajak masyarakat dunia untuk menyuarakan perdamaian bagi Semenanjung Korea.

“Sangat menarik dan saya pikir anglenya bagus. Pesan yang saya tangkap yaitu perdamaian adalah suatu hal yang mahal. Melalui foto-foto ini mungkin akan menjadi salah satu sarana untuk memberi gambaran maupun pemahaman tentang pentingnya suatu perdamaian. Kalau inikan menunjukkan barikade dan segala macam, kemudian hasil pertempuran masa lalu itukan duka mendalam bagi kedua belah bangsa,” ungkap Dar Edi Yoga.

Mewakili pemerintah Indonesia, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika kementerian luar negeri RI, Desra Percaya, mengatakan, keindahan berbagai foto yang dipameran, menjadi bukti bahwa terdapat perdamaian di Semenanjung Korea.

“Pameran ini juga untuk memperkuat pemahaman masyarakat dunia mengenai perubahan citra “Zona Demiliterisasi”,” terangnya.

Sementara, pameran fotografi karya Choi Byung Kwan berlangsung pada 25 Juni – 20 Juli di Museum Nasional.

Sedangkan, melalui pameran fotografi itu pengunjung disuguhkan berbagai peninggalan perang hingga keindahan flora dan fauna di “Zona Demiliterisasi” Korea. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00