• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Rumput Benggala Untuk Ternak Tercipta di Bogor

30 November
00:00 -0001
2 Votes (1)

KBRN, Bogor : Peneliti Balai Penelitan Ternak, Bogor, berhasil merakit kultivar rumput benggala untuk ternak. Rumput tersebut dihasilkan oleh Achmad Fanindi yang tengah menempuh studi doktor di Institut Pertanian Bogor melalui penembakan sinar radiasi pada biji rumput. 

"Rumput yang saya hasilkan dapat tumbuh toleran di lahan masam," kata Achmad pada sidang terbuka doktor di Bogor, Senin, (24/6/2019).

Biji rumput yang ditembak sinar radiasi gamma akan mengalami mutasi sehingga melahirkan banyak keragaman. Mutasi tersebut dapat menghasilkan penurunan kualitas genetik, tetapi sebaliknya juga ada yang mengalami peningkatan kualitas genetik. 

"Rumput yang mengalami mutasi lalu diseleksi yang kualitasnya meningkat," kata Achmad. 

Menurut Achmad, permintaan rumput untuk pakan di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Problemnya adalah hampir semua rumput untuk pakan bukan dihasilkan dari proses pemuliaan.

"Kebanyakan rumput introduksi atau rumput lokal," kata Achmad. 

Problem kedua adalah pengembangan rumput pakan lebih banyak diarahkan di lahan marjinal yang umumnya masam. 

"Dampaknya produktivitas menjadi rendah sehingga memelihara ternak berbiaya tinggi," kata Achmad. 

Rumput rakitan Achmad mampu tumbuh di lahan masam dengan produktivitas tinggi sehingga dapat menjawab rendahnya produksi rumput di lahan masam. 

Achmad memilih rumput benggala karena dapat digunakan sebagai rumput potong maupun rumput padang. Biasanya rumput memiliki spesifikasi yang khas, misalnya rumput gajah untuk rumput potong. 

Kultivar rumput temuan Achmad juga lebih unggul dari rumput lain karena kadar protein bahan kering mendekati 10%, lazimnya protein rumput di kisaran 5-7%. 

"Hasil riset Achmad sangat menjanjikan untuk dunia ternak," kata Dr. Ir. Bess Tiesnamurti M.Sc, penguji pada sidang promosi doktor tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00