• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tim DVI Berhasil Identifikasi 66,66 Persen Dari 30 Korban Pabrik Korek Langkat

23 June
20:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri kembali berhasil mengindentifikasi korban kebakaran Pabrik Korek Gas (mancis) di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. 

Hingga Minggu, (23/6) sore tim DVI berhasil melakukan identifikasi terhadap jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara, Brimob Polda Sumut, Medan. 

Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol Antonius Harianja mengatakan, hingga hari kedua proses identifikasi sudah 66,66 persen dari total 30 korban yang meninggal dunia. 

"Mudah - mudahan sampai hari kedua ini bisa nanti mencapai angka 66,66 persen dari seluruh korban yang ada. Kita minta dukungan dan doa rekan - rekan sekalian sekiranya apa yang sudah rapat bersama tim yang lain untuk cross data mungkin akan terlaksana hari ini," ucap Harianja kepada awak media. 

Diperkirakan total 20 jenazah telah diidentifikasi sejak hari pertama. Namun dikatakan Harianja, untuk jumlah pasti masih menunggu keterangan resmi dari pihak Polda Sumut yang akan disampaikan oleh Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.  

"Kemarin itu sudah teridentifikasi sebanyak tujuh orang. 2 dewasa dan 5 anak - anak. Untuk hari ini mudah - mudahan ada banyak kemajuan dibanding kemarin. Nanti akan disampaikam oleh bapak Kabid Humas Polda Sumut secara resminya mungkin sore atau malam ini akan ada konprensi pers khusus untuk merilis jenazah yang sudah teridentifikasi hari ini," jelasnya.

Terkait untuk jangka waktu batas maksimal proses identifikasi, Harianja menegaskan tidak akan selesai dilakukan hari ini. Mengingat pihaknya masih sulit mencocokkan data ante mortem yang diserahkan keluarga korban dengan data post mortem. Menurut Harianja data Ante mortem yang diserahkan pihak keluarga juga sebagian tidak lengkap. Sehingga pihak DVI masih harus melengkapi kecocokan data antemortem yang dibawa keluarga korban. 

Apalagi, untuk korban yang identifikasinya harus melakukan tes DNA minimal menunggu satu Minggu untuk mengetahui hasilnya.

"Namun demikian kalau untuk hari ini tuntas seratus persen, untuk seluruh korban nampaknya belum bisa terlaksana identifikasinya. Memang proses DVI operasional minimal membutuhkan waktu satu Minggu. Ban n demikian kalo memang bisa lebih cepat daripada waktu itu apa salahnya bisa. Makanya, kita bekerja siang dan malam. Kita juga butuh dukungan dan doa rekan rekan sekalian supaya bisa kita tuntaskan besok," tegas Harianja. 

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga korban yang masih sabar menunggu proses identifikasi korban hingga hari kedua di rumah sakit Bhayangkara. 

"Seluruh keluarga yang telah sabar menunggu sampai dengan saat ini di hari kedua proses identifikasi sedang berjalan kami ucapkan terima kasih kesabaran dari keluarga - keluarga yang menunggu di RS Bhayangkara Tingkat II Medan ini," ucapnya.

Hingga saat ini proses rekonsiliasi juga masih berlangsung. Termasuk melakukan identifikasi dengan cara visualisasi baik mengenali ciri - ciri fisik korban, pakaian, gigi, sidik jari, dan properti atau benda yang dikenakan korban hingga tanda - tanda di sejumlah titik bagian tubuh korban yang dikenali keluarga.

"Sampai hari ini memang berbagai cara sudah kita tempuh, baik dari visualisasi kita melibatkan seluruhnya terhadap pengenalan - pengenalan properti maupun tanda - tanda medis yang ada. Kemudian dari gigi sangat - sangat mendukung dan membantu karena ini yang memang kita harapkan. Untuk primer identifikasi itu baik sidik jari, gigi, maupun DNA," ujar Harianja.

"Kalo sampel DNA sudah kita ambil terhadap siapa yang sulit diidentifikasi melalui gigi dan melalui sidik jari. Pasti ada yang kita DNA, tapi sampai hari ini mungkin belum bisa kami rilis," sambungnya. 

Saat ini untuk jenazah yang belum teridentifikasi masih berada di kamar pendingin agar kondisi korban tidak rusak. Mengingat, hampir semua korban mengalami luka bakar hingga 99 persen.

"Kondisi jenazah kita simpan dan letakkan di kamar pendingin. Mudah - mudahan kalo proses identifikaai masih belum bisa sampai rusak. Tapi kalo proses pembusukan pasti ada yang terjadi. Sampai saat ini kita masih terus lakukan rapat konsolisiasi karena ada berbagai data yang perlu kita kroscek," kata Harianja. 
 

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00