• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Diragukan Kuasa Hukum Prabowo, Ahli Jokowi Mengaku Didukung Mahfud MD

21 June
22:05 2019
4 Votes (2.8)

KBRN, Jakarta : Pemaparan Prof Edward Omar Sharif Hiariej (Eddy Hiariej) terkait terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) ternyata didukung oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Hal itu diungkapkannya dalam sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilu Presiden (Pilpres). Eddy Hiariej adalah ahli hukum pidana dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang dihadirkan oleh Tim Kuasa Hukum 01 Joko Widodo - Maruf Amin selaku pihak terkait.

"Tadi malam, ketika mantan Ketua MK Prof Mahfud mendengar saya menjadi akan sebagai ahli, beliau menelepon beliau nanya apa yang Mas terangkan. Saya bilang soal TSM, oh cocok," akunya dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Hal itu diungkapkannya dalam rangka menjawab Ketua Tim Kuasa Hukum Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto yang mempertanyakan keahliannya terkait Pemilu.

Ditegaskan Eddy Hiariej, Mahfud menyatakan kalau dia merupakan orang yang tepat untuk memaknai kecurangan pemilu yang TSM.
 
"Dalam pengertian beliau menganggap saya punya kapasitas untuk menenjawab itu. Mengapa dalam pendapat hukum tadi saya mengacu pada berbagai putusan mahkamah international, kebetulan desertasi saya terkait TSM," jelasnya.

Nah, merujuk pada pasal 286 Undang-Undang Nomer 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, menurut dia pidana yang terjadi secara TSM sesungguhnya memiliki esensi yang sama dengan kecurangan pemilu TSM.

"UU Pemilu rencana yang matang dan rapih, dalam konteks pidana kecurangan itu by intention tidak mungkin secara kealpaan, lalu TSM ini menimbulkan dampak masif," tukasnya.

Sebelumnya, Bambang Widjojanto sempat meragukan terkait keahlian dari Eddy Hiariej tentang Pemilu. Dia bahkan sempat menanyakan tentang berapa banyak buku yang pernah ditulis oleh Eddy Hiariej.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00