• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Terbongkar, Angka Kemenangan Dalam Petitum Berbasis Data Invalid

21 June
10:59 2019
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon 01, Yusril Ihza Mahendra merasa penasaran dengan hasil presentasi saksi ahli Paslon 02, yakni Jaswar Koto, yang dengan mudahnya mendapatkan data, angka, kemudian membuat tudingan dengan menyebutnya sebagai hasil penyelidikan IT Forensik.

Sebelumnya, Yusril sudah berhasil membongkar, bahwa saksi ahli Jaswar Koto tidak memiliki otoritas membuat penelitian atau penyelidikan forensik karena tidak punya sertifikasi dan tidak mewakili lembaga atau institusi resmi. Bahkan hasil penyelidikan forensik yang dilakukan Jaswar juga diduga cacat hukum karena belum memiliki syarat putusan pengadilan inkrah (putusan tetap mengikat).

Angka Kemenangan BPN Berbasis Data Invalid

Yusril menilai, apa yang dilakukan Jaswar Koto melalui presentasinya di persidangan sebenarnya 'luar biasa'. Dampak dari hasil kajian yang dilakukan Jaswar, kata Yusril, jika memang ada pembuktian yang kuat, bisa membatalkan hasil atau keputusan KPU dan lebih besar lagi, ikut menetapkan siapa Presiden dari Republik Indonesia, negara dengan penduduk lebih dari 250 juta ini.

Kenapa Yusril mengatakan ini? Dirinya lantas menjelaskan. Sejak awal, saat pengumuman hasil penghitungan resmi KPU, beberapa kali Prabowo Subianto (Capres 02) mengklaim kemenangan. Pertama di Kertanegara, lalu Hotel Sahid, dan tiba-tiba angka kemenangan yang diklaim tersebut muncul dalam Petitum gugatan Pihak Pemohon, karena sesuai ketentuan-ketentuan hukum acara mengatur Petitum Permohonan harus mencantumkan berapa jumlah suara menurut Pemohon dan Termohon atau Paslon 02 dan KPU.

Berikut angka yang diucapkan Yusril sesuai yang ada pada Petitum Pihak Pemohon dan Termohon :

Menurut Pemohon (Paslon 02) : Suara Prabowo 68.650.239 dan Joko Widodo 63.573.169. 
Menurut Termohon (KPU) : Suara Prabowo 68.650.239 dan 85.607.362 Joko Widodo.

Melihat angka-angka yang dimunculkan Paslon 02, Sambung Yusril, pihaknya bertanya-tanya, dari mana mereka mendapatkan angka-angka tersebut, hingga dimasukkan dalam Petitum sekaligus meyakininya sebagai angka kemenangan.

"Ternyata pagi ini menjadi saksi, barulah kami tersadar, kami tahu, bahwa angka (dari Petitum 02) itu didapat dari paper yang baru saja anda (Jaswar Koto) presentasikan. Persis sama (angkanya) yang bapak presentasikan dengan apa yang ada dalam Petitum (Paslon 02)," tegas Yusril kepada Jaswar Koto dalam sidang lanjutan gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Padahal, sambung Yusril, data yang dijadikan acuan oleh Jaswar guna menghasilkan angka kemenangan Prabowo maupun klaim bahwa adanya kecurangan dan lain sebagainya, sebenarnya tidak lengkap. Diketahui Yusril, data suara Sumatera Selatan, jika mengacu pada periode Jaswar mengambil sampel suara, adalah masih nihil alias nol suara. Artinya belum ada hasil perhitungan resmi. Kemudian, Situng KPU juga belum final, namun data sudah diambil oleh Jaswar sebagai bahan untuk membuat angka kemenangan buat Prabowo.

Mempertanyakan Angka 22 Juta Versi Jaswar Koto

Kemudian Yusril mencontohkan angka 22 juta pemilih fiktif yang dimunculkan Jaswar, ternyata bisa dikoreksi dalam ruang sidang, saat ini juga menjadi 27 juta, setelah majelis hakim dan advokat banyak melontarkan pertanyaan. Kemudian, sebelumnya Jaswar sudah menuliskan ghost voters dan DPT siluman, akan tetapi direvisi juga oleh Jaswar di persidangan MK ini. 

"Data bapak tidak lengkap. Dan bapak selalu koreksi (angka) di sini. Kalau itu (mudahnya) bapak lakukan, apakah bisa mengubah juga apa yang tercantum di petitum (Paslon 02)?" tanya Yusril kepada Jaswar Koto.

Jaswar nampak bungkam dan tidak bisa memberikan jawaban, kemudian kebingungan mencari-cari sesuatu di dalam laptop, lantas kembali melihat ke arah Yusril.

"Saya (pakai) 22 juta, 27 juta tidak dipakai," kata Jaswar, kembali mengoreksi ulang apa yang sudah dikoreksinya tadi.

Hal ini membuat Yusril semakin masuk ke dalam untuk menemukan kesimpulan dari apa yang sudah diinterogasikannya sejak awal kepada saksi ahli.

Menurutnya, saksi ahli Jaswar Koto berhasil meyakinkan Prabowo Subianto dengan angka-angka yang berasal dari sumber tidak lengkap, tapi pagi dini hari, Kamis, 20 Juni 2019, Jaswar malah berubah tidak yakin dengan apa yang dipresentasikannya sejak awal dengan melakukan banyak pengubahan langsung di persidangan.

Yusril lantas menyoroti hasil presentasi Jaswar, yang dinilainya sebagai hasil research, tulisan akademik. Dia mencontohkan, baik hakim, advokat, sampai akademisi, jika ingin membuat tulisan berdasarkan hasil research dan dirasa akan membawa dampak sedemikian besar, pastinya akan melakukan konfirmasi dan verifikasi dulu sebelum presentasikan hasil tulisan tersebut.

"Tapi ahli ini menulis itu (presentasi tudingan kecurangan dan angka kemenangan) verifikasi dulu atau tidak?" Tutup Yusril.

Saksi Ahli Kembali Mengubah Pernyataan Asal Data Sampel

Jika melihat diksi dari saksi ahli Jaswar Koto, seperti membongkar kecurangan TSM berbasis IT Forensik, untuk menelusurinya memang harus berangkat dari logika berpikir si saksi ahli tersebut. Jaswar menuding, ada entry data error,  kemudian C1 dipalsukan lalu dimasukkan (dalam data Situng), kemudian ada anomali kecurangan berikut DPT fiktif.

Atas logika berpikir yang dikembangkan Jaswar Koto, majelis hakim mahkamah lantas mengajukan pertanyaan kecil.

"Berapa luas persebaran (data) yang saudara jadikan sampel data untuk mendapatkan hasil IT Forensik kemudian menjadikannya data (data hasil forensik)?" tanya majelis hakim.

"21 provinsi, tidak semua saya ambil, hanya per kabupaten, diambil samplingnya saja," jawab Koto.

"Saudara menggunakan basis data Situng (KPU)?" tanya majelis hakim lagi.

"Iya benar (gunakan Situng), bukan berdasarkan C1. Oh saya tidak gunakan data Situng (KPU)," jawab Koto, dan kembali melakukan revisi soal asal data sampel.

"Sekarang kalau tidak gunakan data Situng (KPU), lalu gunakan data apa sehingga begitu mudahnya (membuat presentasi)?" jawab hakim mahkamah. (Foto: ANT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00