• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Saksi Fakta Berstatus Terdakwa, Bohongi Jaksa Izin ke Jakarta

20 June
05:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sekber Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk wilayah Batubara, Sumatera Utara, Rahmadsyah Sitompul, saksi dari Pihak Pemohon, yang dihadirkan Tim Kuasa Hukum Paslon 02 Prabowo-Sandi ternyata berstatus terdakwa tahanan kota akibat terkena pelanggaran kasus UU ITE Pilkada 2018. 

Status terdakwa kasus pidana mengemuka setelah hakim mahkamah I Dewa Gede Palguna memintanya untuk mengeraskan suara saat bersaksi dalam persidangan lanjutan gugatan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

"Saudara merasa takut?" tanya Palguna kepada Rahmadsyah.

Rahmad lantas mengakui, ia memang merasa takut, tapi bukan karena ancaman, melainkan akibat status dirinya yang masih sebagai terdakwa kasus pelanggaran UU ITE yang sedang menjalani tahanan kota saat ini.

"(Takut) Sedikit, karena hari ini saya saksi yang menjadi....terdakwa untuk kasus Pilkada 2018. Tidak ada (ancaman)," jawab Rahmad.

Mirisnya, Rahmad izin berangkat ke Jakarta kepada pihak kejaksaan, bukanlah untuk menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi. Dirinya berbohong dengan mengatakan hendak menemani ibu yang sakit ke Jakarta.

Kasus Pidana Rahmadsyah Sitompul

Rahmadsyah Ketua Sekber BPN Prabowo Sandi Batubara menerima surat panggilan Terdakwa dari Kejaksaan Negeri Batubara bernomor : Print-60/N.2.32/Euh.2/04/2019, untuk menghadiri sidang perdana berawal buntut dari laporan Ketua tim sukses Bupati Batubara dari partai PDIP yakni Saiful Syafri Sipahutar ke Polres Batubara polisi LP/218/VII/2018/SU/Res B.Bara.

Rahmad kabarnya membongkar kecurangan Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu. Rahmad mengklaim telah menemukan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada, kemudian kecurangan itu dilaporkan ke Panwaslu pada 28 Juni 2018 dan klaim kecurangan tersebut bukannya dilaporkan ke pihak berwajib atau yang berwenang dalam penanganan kecurangan pemilu, akan tetapi di-share ke media online.

Persidangan terhadap Rahmadsyah Sitompul berlangsung pada 30 April 2019 yang lalu. Rahmadsyah, yang saat itu Caleg Dapil 2 partai Gerindra bernomor urut 2, dikenakan pelanggaran Pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ungkapan Pak Jokowi Orang Baik yang Menjaga Negara Ini

Dalam keadaan berstatus terdakwa kasus pidana sekaligus membohongi kejaksaan agar mengizinkannya pergi ke Jakarta, Rahmadsyah masih sempat bersaksi dengan mengatakan punya video dugaan ketidaknetralan aparat kepolisian dalam proses Pemilu Serentak 2019.

"Kami menerima laporan ketindaketralan oknum berwajib dalam Pilpres 2019. Dalam hal ini Anggota Polres Kabupaten Batubara, (bernama) Ismunajir," kata Rahmadsyah.

Rahmadsyah mengaku mendapatkan informasi yang dilengkapi dengan bukti video itu dari warga bernama Fadli, yang diklaim  kegiatan 'Sosialisasi tentang Keamanan Pileg dan Pilpres 2019' di Balai Desa Guntung, Kecamatan Lima Puluh, Batubara Sumut.

"Dalam video itu ada oknum polisi mengarahkan masyarakat untuk mendukung salah satu paslon. Dengan membicarakan hal-hal yang segala macam, mengangkat paslon 01, tentang bagaimana kondisi keadaan negara saat ini," ujarnya.

Menurut Rahmadsyah, dalam pertemuan itu, ada kalimat yang menyatakan bahwa 'Pak Jokowi itu ya orang yang baik yang menjaga keamanan negara ini'. Dan yang berbicara seperti itu adalah Ismunajir, anggota Polres Batubara.

Palguna lantas menanyakan apakah video itu pernah dilaporkan ke pihak berwajib. Rahmadsyah menyatakan belum pernah ada pelaporan ke penegak hukum. Kesimpulannya, kata dia, baru ke mahkamah saja ia membawa video tersebut. (Foto: ANT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00