• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Penggiat Anti Korupsi Desak Kejaksaan Periksa Pengadaan Kios UMKM Disperindag Depok

19 June
19:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Proyek pengadaan Booth Kios UMKM APBD Depok 2018 mendapat sorotan dari berbagai kalangan penggiat anti korupsi di Kota Depok. Pasalnya, proyek Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Depok itu diduga hanya produk kong kalikong yang menguntungkan birokrat Disperindag Depok.

Betapa tidak, kios yang sudah dibangun di mini mart dan sekolah-sekolah itu sampai sekarang belum juga di pakai. Bahkan beberapa kios sudah terlanjur rusak sebelum digunakan.

"Saya melakukan monitoring sejak Mei-Juni 2019 belum ada kios yang digunakan. Beberapa gerobak atau kios bahkan sudah rusak, seperti di Pekapuran, di SMPN 8 dan di Jalan Raya Kalimulya, ini jelas proyek menghambur-hamburkan uang rakyat," kata Ketua LSM KAPOK Kasno kepada RRI, Rabu (19/06/2019).

Kasno mendesak aparat penegak hukum Kepolisian atau Kejaksaan Negeri Depok segera menindaklanjuti kasus ini.

"Saya yakin aparat penegak hukum sudah tahu kasus ini, karena sudah rame di media sosial. Ya, laksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, periksa" kata Kasno.

Pada tahun 2018 Disperindag Kota Depok menggelar 5 paket pengadaan kios UMKM dengan total Rp.3,7 miliar untuk pengadaan sebanyak 400 kios.

Diantaranya, Pengadaan sarana penunjang UMKM di store Alfamart Rp.828 juta, Pengadaan sarana penunjang UMKM di store Indomart Rp.1,2 miliar, Pengadaan sarana penunjang UMKM di pusat perbelanjaan lainnya Rp.1,5 miliar, Pengadaan sarana penunjang UMKM di store Alfamidi Rp.450 juta dan Pengadaan sarana penunjang UMKM di area publik milik Pemkot Depok Rp.705 juta.

Penggiat anti korupsi Ivan M, mengatakan bahwa ke lima paket pengadaan kios tersebut tidak sesuai dengan Bill of Quantity sebanyak 400 kios di tahun 2018. Menurutnya jumlah kios yang berhasil dikerjakan sebenarnya tidak sampai sebanyak 350 unit.

"Jadi ada ketidak sesuaian data di Disperindag sebagaimana dimuat di Majalah Depok maupun realisasi sesungguhnya atas pencapaian pengadaan kios UMKM 2018 atau dengan kata lain telah terjadi pembohongan publik oleh Disperindag Depok," jelas Ivan.

Dibagian lain, Kepala Kepala Sekolah SMPN 2 Depok Darmono Dono mengakui pihaknya menerima titipan kios UMKM dari Disperindag Depok di akhir tahun 2018 lalu. Namun hingga saat ini kios tersebut terbengkalai belum digunakan.

"Iya kami diminta untuk menerima kios itu oleh Disperindag. Tapi sampai sekarang belum digunakan," tutur Darmono.

Pantauan RRI, rangka kios bercorak batik yang ada di SMPN 2, Depok itu sudah berkarat dan mulai korosi.

Terpisah, Kepala Disperindag Kota Depok Kania mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan jumlah kios bersama konsultan pengawas dan tidak ditemukan kendala. Sampai saat ini kios-kios itu masih tahap pengisian.

"Sudah kami periksa benar ko jumlahnya dan data final sudah disampaikan pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Depok melalui paripurna DPRD," ujar Kania ketika dikonfirmasi RRI melalui pesan whatsapp.

Seperti diketahui Disperindag Kota Depok mengadakan proyek pengadaan kios UMKM sebagai upaya mewujudkan program 1000 kios UMKM Pemkot Depok dengan target penyelesaian 2020.

Program ini sedianya untuk mengembangkan sayap para pelaku UMKM di Depok untuk memajukan pertumbuhan perekonomian lokal.

Sebelumnya, Pada tahun 2017 Disperindag Kota Depok telah melakukan pengadaan kios UMKM sebanyak 200 unit. Ini pun sampai saat ini sebenarnya belum semua kios yang terisi.

"Kios UMKM tahun 2017 aja sebanyak 200 unit yang disebar di kelurahan-kelurahan se kecamatan Kota Depok masih belum semua terisi," tambah Ivan.

Tahun 2019 ini, Disperindag Kota Depok berencana akan menambah 300 unit kios UMKM lainnya, untuk memenuhi target 1000 kios tersebut. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Anik Hasanah

    Editor RRI Bandung

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00