• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tingkat Kemacetan Jakarta Menurun, MTI: Luar Biasa!

19 June
18:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta:  Kota Jakarta selalu diidentikan dengan ‘kemacetan’. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat bersama stakeholder terkait, bersinergi untuk mengatasi macet.

Kerja keras mengatasi macet, membuahkan hasil. Hasil versi TomTom Traffic Index menyebutkan, tingkat kemacetan di Jakarta turun sebesar 8 persen tahun 2018.

Pengamat transportasi publik dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, turunnya tingkat kemacetan di Ibu Kota merupakan berita yang menggembirakan. Hasil tersebut, diharapkan mampu memacu semangat stakeholder untuk terus menurunkan tingkat kemacetan di Jakarta.

“Untuk Jakarta, saya fikir luar biasa. Jakarta kan baru kali ini. Dengan opini, bisa memacu stakeholder untuk berbuat lebih dari itu,” kata Djoko Setijowarno, kepada Radio Republik Indonesia, Djoko Setijowarno, Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan, turunnya tingkat kemacetan karena sejumlah kebijakan yang dinilai efektif seperti penerapan ganjil genap ketika Asian Games 2018, pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT), dan perluasan daya jangkau transjakarta hingga ke pinggiran ibu kota.

“Ada penambahan kapasitas sarana double track sampai Rangkas Bitung. Transjakarta ada koridor 13, sampai ke Poris Tangerang pinggiran Jakarta juga membantu. Perlintasan sebidang ditutupi semua. Bus-bus juga ke perumahaan, MRT juga berpengaruh karena 90 persen pengguna MRT adalah pemilik mobil. Ini bekerja semua. Pemerintah pusat, Dirjen Perkertaapian, kemudian Badan Pengelola Jalan Tol  (BPJT),” terangnya.

“Masih banyak kebijakan untuk menurunkan itu seperti MRT diperluas, ganjil genap juga diperluas kayak Asian Games dari pagi sampai malam. Itu berpengaruh besar. Pengalaman saya dari Jakarta Pusat ke Halim sebelum ada ganjil genap, jarak tempuh 1,5 jam. Ada Asian Games  45 menit. Itu sangat membantu. Membangun flyover dan underpass itu berpengaruh walau hanya mengalihkan kemacetan tetapi setidaknya dibeberapa titik kemacetan hilang. Flyover dan underpass sangat membantu”. 

Sebenarnya, ada cara ampuh dan dampaknya signifikan dalam mengatasi tingkat kemacetan di Jakarta yakni penerapan pelarangan sepeda motor. Djoko pun menantang Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan kebijakan yang tidak populer itu.

“Mau cepat lagi, Gubernur DKI nerapin pelarangan sepeda motor. Saya yakin diatas 20 persen peningkatannya. Nah berani atau tidak karena itu berpengaruh,” ujar Djoko. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00