• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Kembali Panggil Anggota DPR RI Komisi VI Sebagai Saksi Suap dan Gratifikasi Bowo Sidik

19 June
10:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali memanggil anggota DPR Komisi VI M. Haikal sebagai saksi dalam kasus dugaan suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan yang menjerat anggota DPR nonaktif Bowo Sidik Pangarso.


Direncanakan Haikal akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung selaku pihak swasta.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).

Sehari sebelumnya penyidik KPK pun periksa dua anggota Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir dan Nasril Baharsebagai saksi dalam kasus ini. 

Keduanya dicecar terkait rapat kerja bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang membahas aturan gula rafinasi melalui pasar lelang komoditas.

"Penyidik mendalami bagaimana proses rapat-rapat kerja yang dilakukan DPR bersama Kementerian Perdagangan terkait dengan Peraturan Menteri Perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang komoditas. Materi dalam rapat itu menjadi poin yang kami klarifikasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).


Komisi VI sendiri merupakan komisi yang membidangi persoalan industri, investasi dan persaingan usaha, yang salah salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Perdagangan.

Selain pemeriksaan Inas dan Nasril, Febri juga menyatakan KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Diantaranya adalah Husofo Kuncoro Yakti selaku Kepala Seksi Pengembangan Pasar Rakyat Kementerian Perdagangan, Wawan Kurniawaan selaku Kepala Sub Bagian Penyiapan Bahan Pimpinan Kementerian Perdagangan, dan Heri Padmo Wicaksono selaku Tenaga Ahli pada Biro Perencanaan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan.

"Sebelumnya mereka tidak hadir dalam pemeriksaan pada 22 Mei 2019, dan dijadwalkan ulang pada hari Kamis, 20 Juni 2019 ini," tambah Febri.

KPK, juga akan memeriksa sejumlah saksi lain dalam kasus ini pada Jumat (21/6) dan Senin (24/6) mendatang. Mereka adalah Subagyo selaku Ketua Panitia Pengadaan Penyelenggara lelang Gula Kristal Rafinasi dan Noviarina Purnami selaku Sekretaris Panitia Pengadaan penyelenggara lelang Gula Kristal Rafinasi.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Ke 3 orang tersebut adalah Bowo Sidik Pangarso selaku Anggota DPR 2014-2019 dan lndung selaku pihak swasta yang diduga sebagai tersangka penerima suap, serta Asty Winasti selaku Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia yang diduga sebagai tersangka pemberi suap.

Sebelumnya Pengacara Anggota DPR RI Bowo Sidik tersangka dalam kasus suap distribusi pupuk menyatakan jika duit Rp. 8 Milliar diterima Bowo yang ditaruh didalam 400 ribu amplop guna serangan fajar, ada sebagian diduga berasal dari Menteri.

Dalam sebuah kabar nasional yang informasinya diperoleh dari pihak internal KPK, anggota DPR Bowo Sidik Pangarso mengaku mendapatkan uang dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebanyak Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Dalam proses pemeriksaan Bowo menceritakan bahwa uang tersebut kemudian menjadi bagian dari duit Rp 8 miliar yang dimasukan Bowo ke dalam 400 ribu amplop untuk serangan fajar.

Bowo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.

KPK Menduga Bowo menerima uang total Rp 1,2 miliar dari Manager Marketing PT HTK Asty Winasti untuk membantu perusahaan kapal tersebut memperoleh kontrak pengangkutan pupuk.

Namun KPK menduga Bowo Sidik tak cuma menerima uang dari satu sumber, KPK juga mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan lain terkait jabatan Bowo Sidik, selaku anggota DPR RI.

Selain itu terkait Gratifikasi, KPK juga pernah melakukan penggeledahan di ruang kerja Mendag Enggartiasto Lukita. Dari ruang Mendag, KPK menyita sejumlah dokumen termasuk dokumen terkait Peraturan Menteri Perdagangan tentang gula rafinasi dan barang bukti lainnya. KPK juga pernah menggeledah rumah Enggartiasto, namun tak menyita apapun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00