• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Bandara Internasional Oecusse "Rota Da Sandalo" Resmi Beroperasi

18 June
20:42 2019
1 Votes (5)

KBRN, Oecusse : Pemerintah Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), sejak tahun 2015 mulai melakukan pembangunan Bandara Internasional yang berlokasi di distrik Oecusse Timor Leste.

Proyek pembangunan bandara Internasional Oekusi (Oecusse), oleh Kementerian Pekerjaan Umum Timor Leste melibatkan PT Wijaya Karya (Wika Tbk), setelah rampung pada desember 2018, pada Selasa (18/6/2018) bandara Internasional Oecusse "Rota Da Sandalo" diresmikan dan mulai beroperasi melayani penerbangan domestik dan Internasional.

Presidente de Republica Democratica de Timor Leste Dr.Francisco Guterres "Lu Olo" dalam acara peresemian bandara tersebut mengemukakan, bandara Internasional Oekusi (Oecusse) menjadi bagian kawasan ekonomi khusus yang akan dikaitkan dengan wilayah Indonesia Timur, bandara yang telah resmi beroperasi tersebut merupakan wujud membangun Zona Ekonomika Esklusif.

Oekusi akan menjadi wilayah entertainmen dan juga implementasi model baru dalam pembangunan sosial ekonomi di dunia. Lanjutnya dengan adanya bandara selain untuk membangun kawasan regional dengan tujuan juga untuk mensejahterakan masyarakat Oekusi, dan berdampak ke wilayah Indonesia Timur.

"Nantinya penerbangan di Bandara ini tidak hanya dibatasi dari domestik di Negara Timor Leste, tapi juga dari luar Negeri khususnya dari bandara besar di wilayah Negara Indonesia, kami juga tidak menutup kemungkinan investasi dari pihak manapun untuk membangun bersama di Oecusse," ungkapnya.

Sementara itu Presiden RAEOA-ZEESM-TL DR. Mari Alkatiri menyampaikan, sebelumnya kami mempertimbangkan untuk memberikan nama Xanana untuk Bandara Oecusse. Namun setelah melewati beberapa pertimbangan akhirnya dipilih Rota Da Sandalo. Dikatakan, dengan dibangunya Bandara Rota Sandalo ini dapat mempermudah konektivitas antar Negara Timor Leste dengan Indonesia. Selain itu juga dapat memudahkan konektivitas antara Dili dan Oecusse.

"Dengan adanya bandara ini, waktu yang dulunya jauh harus melalui dili sekarang masyarakat akan lebih mudah untuk melakukan penerbangan, ini juga akan semakin mempermudah dan efisiensi dalam pengiriman barang," pungkasnya.

Kesempatan yang sama Direktur Utama PT Wijaya Karya,Tumiyana merasa senang dan banggaera karena proyek yang dikerjakan dapat selesai tepat waktu dan dapat dioperasian. Diakuinya bandara memiliki fasilitas yang memadai dengan pemutakhiran sistem radar dan navigasi, serta pemutakhiran sistem standar keamanannya yang memenuhi standan Internasional. Ditambahkan proyek bandara telah dikerjakan sejak 2015 dengan nilai kontrak mencapai Rp1,6 triliun.

"Untuk Landasan sepankan 2,5 kilometer,  sehingga dapat didarati oleh segala jenis pesawat, kami harap dengan adanya bandara ini ekonomi khusus yang ditargetkan pemerintah Timor Leste dapat terwujud, kami juga mengucapkan terimakasih untuk kepercayaannya," katanya.

Hadir dalam peresmian Bandara itu, Presiden Timor Leste Francisco Guterres, Presiden Parlemen RDTL, Arao Noe, Gubernur NTT Victor Bungutilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Presiden Tribunal Recurso Deolindo Dos Santos, Presiden RAEOA-ZEESM-TL DR Mari Alkatiri.

Perwakilan Primeiro Ministro/Perdana Menteri RDTL Fidelis Magalhaes, Eis Titulares Do Ostado/Mantan Pejabat Negara DR. Jose Ramos Horta, Maior General F-FDTL Lere Anang Timo, pihak PT Wijaya Karya serta para Pejabat Pemkab TTU dan Belu yang turut hadir.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00