• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Fahri Hamzah Komentari Rencana Polisi Siber, Patroli Di Grup WhatsApp

18 June
19:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rencana polisi Siber melakukan patroli di grup-grup WhatsApp mendapat tanggapan publik, tidak terkecuali kalangan politisi di Senayan.

“Kita semua sekarang sebagai bangsa tidak memahami arti dari privacy dan kerahasiaan pribadi karena kita ini adalah bangsa yang tidak punya kultur privacy, kita kulturnya komunal,” ujar Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah saat dihubungi wartawan, Selasa (18/6/2019).

Sehingga, sambung dia, ketika negara mau mengambil semua data-dara pribadi warganya, publik relatif  tidak berani membuat bantahan dan tidak berani membuat kritik.

“Itulah yang secara terus menerus menyebabkan pejabat negara merasa tidak punya perasaan bersalah sama sekali ketika mengintip percakapan warga negara,” terangnya.

Lanjut dia, seaindainya kultur  kita demokrasi, tentu tidak aka nada yang berani melakukan itu (patrol siber grup whatsApp-red). 

“Sebab, itu merupakan bagian daripada pelanggaran berat meskipun dalam konstitusi dan dalam UU kita terutama UU tentang  HAM semuanya sudah dilindungi tapi faktanya karena kita sendiri merasa tidak perlu dilindungi, akhirnya tindakan itu dilanjutkan,” urainya.

Lebih jauh, politisi yang kerap bersuara lantang di DPR ini menilai, Sekarang ini  sulit warga bicara hukum kalau warganya sendiri tidak tahu dan tidak paham hak-hak kita sebagai warga negara. 

“Jadi biarkanlah pemerintah berbuat sesukanya mengambil hak-hak kita. persis seperti kita mau di jajah 350 tahun, ya selama itulah penjajahan bercokol di bumi kita,” demikian Fahri.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sebelumnya menyebut jika pihaknya melakukan patroli siber di grup WhatsApp. 

Hal ini dilakukan setelah polisi menilai peredaran hoaks melalui WhatsApp lebih banyak dibandingkan media sosial lain seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.

Pengamatan polisi sejauh ini menyebut peredaran hoaks di media sosial perlahan menurun. Sebaliknya, penyebar hoaks beralih memanfaatkan WhatsApp yang lebih tertutup dibandingkan media sosial.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

RRI dan Diskominfo Riau Bagi-bagi Masker Kepada Masyarakat

00:00:00 / 00:00:00