• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bakamla RI Menyelenggarakan Maritime Security Desktop Excercise (MSDE) di Jakarta

18 June
19:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, JAKARTA : Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) dan Australian Border Force (ABF) menyelenggarakan kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke – 9 di Jakarata, selasa (18/06/2019).

Kegiatan yang berlangsung ke-sembilan kalinya ini, terlaksana berkat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. Dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta di ikuti oleh 16 Negara perwakilan coast guard di negara-negara ASIA. Di antaranya yaitu, Bangladesh, Kamboja, Jepang, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Sri Langka, Singapura, Korea Selatan, Timor Leste, serta Indonesia dan Australia.

Dalam kegiatan kali ini Kepala Bakamla RI  Laksdya Bakamla A.Taufiq R. mengungkapkan kegiatan yang bertujuan kepada latihan atau kursus ini lebih mengarah kepada praktis pengalaman di lapangan.

“Yang dalam konteks Capacity Building dan MDSE yang bertujuan kepada latihan atau kursus ini lebih mengarah kepada praktis pengalaman di lapangan kemudian di diskusikan bersama oleh para perwakilan coast guard masing-masing negara,” ungkap Taufiq, Selasa (18/6/2019).

Taufiq juga memberikan contoh masalah yang timbul di Teluk Oman  terhadap serangan kapal Tangker, dan bagaimana penyelesaian hukum laut yang di gunakan atau berdasarkan Law inforcesment itu sendiri.

“Tentunya ini ada peningkatan yang lebih kompleks di dalam permasalahan ini diambildari contoh perkembangan yang ada di dunia, misalnya sekarang yang timbul di Teluk Oman, ada serangan terhadap kapal tanker, itu juga kita bahas, bagaimana kita berbicara law inforcement hukum laut itu sendir,i” ungkap Taufiq, Selasa (18/6/2019).

Di sisi lain, tingginya potensi ekonomi yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan Asia, menciptakan tantangan terhadap keamanan dan keselamatan maritim di kawasan. Hal ini merupakan konsekuensi dari tingginya lalu lintas pelayaran niaga di kawasan, dan terbatasnya kemampuan serta sumber daya masing-masing negara untuk senantiasa mengawasi keamanan maritim di wilayahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00