• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Industri Daur Ulang Potensi Kurangi Impor Bahan Baku

18 June
19:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Impor bahan baku berupa plastik dan kertas masih sangat tinggi, untuk menopang proses produksi berbagai sektor industri di Indonesia. Karenanya Kementerian Perindustrian mendorong peran industri daur ulang atau recycle industry, untuk mengolah kembali limbah plastik dan kertas, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku plastik dan kertas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku plastik, diperlukan industri petrokimia, yang pembangunannya makan waktu cukup lama, hingga tiga tahun sampai pabrik dapat berproduksi.  Sehingga keberadaan industri daur ulang  dapat menjadi solusi dalam jangka pendek.

“Guna mencari solusi dalam waktu dekat, agar kita bisa mengurangi impor, kami mendorong peran recycleindustry. Industri ini investasinya jauh lebih murah,jelas Airlangga di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Di sisi lain, pembatasan penggunaan kertas, juga membutuhkan peran industri daur ulang kertas. “Sekarang, hasil industri recycle paperini mendapatkan apresiasi dari sektor lainnya seperti perusahaan consumer goods yang mengutamakan bahan baku daur ulang,” sambung Menperin.

Kemenperin menargetkan jumlah limbah plastik yang dapat didaur ulang pada tahun 2019 ini bisa mencapai  25 persen. Angka itu naik dua kali lipat lebih dari rata-rata limbah plastik yang didaur ulang pada tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar 10 persen.

Jadi, industri daur ulang ini akan kami terus dorong. Beberapa industri di dalam negeri sudah bisa melakukan proses daur ulang. Sebenarnya daur ulang ini tidak hanya dilakukan untuk plastik, tetapi juga kertas dan aluminium. Plastik itu bukan sampah, tetapi raw material (bahan baku),” tukas Airlangga.

Daur ulang kata Menperin, juga merupakan implementasi konsep circular economy atau ekonomi berkelanjutan di sektor industri, selain telah menjadi tren dunia, konsep tersebut juga dinilai mampu berkontribusi besar dalam menerapkan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang menjadi tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs).

“Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak yang luas dalam mewujudkan circular economy di Indonesia,” jelasnya.

Konsep ekonomi berkelanjutan ini sejalan dengan standar industri hijau yang mampu berperan meningkatkan daya saing sektor manufaktur untuk masa depan, dengan mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini sesuai implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00